Berita

ilustrasi/net

Warga Aceh di Jakarta Gelar Refleksi Sembilan Tahun Tsunami

SELASA, 24 DESEMBER 2013 | 06:35 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sembilan tahun lalu, masyarakat Aceh terkena bencana Tsunami. Setelah sembilan tahun berlalu itu, warga Aceh di Jakarta memperingati sembilan tahun Tsunami dengan menggelar beberapa acara seperti refleksi, dzikir, o'a serta sejumlah apresiasi seni.

"Melalui acara ini, diharapkan bisa mengingatkan masyarakat akan musibah yang merenggut banyak korban jiwa tersebut, sehingga bisa menjadi bahan refleksi," kata Kepala Kantor Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta, M. Badri Ismail, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 24/12).

Dalam acara yang dilaksanakan dari tanggal 20-26 Desember di Mes Aceh, Jalan RP Suroso No. 14 Cikini, Jakarta ini juga digelar pameran lukisan, pembacaan puisi, dan panggung seni poros "Aceh Pesisir, Aceh Pegunungan, dan Aceh Kepulauan. Badri pun mengatakan, ada kearifan lokal berupa puisi Smong (tsunami) di kalangan masyarakat Simeulue. Sehingga meskipun gempa saat itu berpusat di Simeulue, namun korban jiwanya justru paling sedikit dibanding daerah lain yang terkena.


"Pesan dalam puisi Smong, apabila ada gempa hebat diikuti surutnya air laut, maka larilah ke pegunungan. Begitulah yang dilakukan masyarakat Simeulue sehingga, banyak masyarakat yang selamat dari musibah tsunami, 26 Desember 2004," ungkap Badri.

Untuk acara hari ini, digelar  pentas puisi oleh penyair Aceh seperti Mustafa Ismail, LK Ara, Hanna Fransisca (anggota Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta), Irmansyah, Doddi Ahmad Fawzi, Purnama K Ruslan dan sejumlah penyair Jakarta lainnya. Mereka juga akan mengekspresikan Tsunami yang telah menjadi peristiwa besar abad ini dalam bentuk puisi.

Selanjutnya tanggal 26 Desember akan digelar refleksi, dzikir dan do'a dilanjutkan gelar seni. Yopppi Smong akan menampilkan karya musik bertema smong (tsunami) yang dipadukan dengan musik dari dataran tinggi dan musik Aceh Pesisir. Acara akan diakhiri dengan penutupan pameran lukisan.

"Pada akhir pameran, rencananya lukisan akan dilelang, yaitu saat penutupan tanggal 26 Desember 2013. Sebagian hasil pelelangan akan disumbangkan untuk anak-anak yatim korban Tsunami. Khusus untuk lukisan karya pelukis senior Permadi Lyosta dilelang untuk membantu pengobatan beliau," demikian Badri. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya