Berita

sjafruddin/net

HARI BELA NEGARA

Gerindra Ajak Pejabat dan Elit Belajar pada Pak Sjaf

KAMIS, 19 DESEMBER 2013 | 13:44 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Perjuangan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di bawah kepemimpinan Sjafruddin Prawiranegara diperingati hari ini (Kamis, 19/12), dan dikenal sebagai Hari Bela Negara.

Terkait dengan sosok Sjafruddin, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Kemakmuran, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon punya penilaian khusus. Fadli menilai sosok Sjafruddin sebagai sosok yang jujur, sederhana, tanpa pamrih, satu kata dengan perbuatan, tegas, dan idealis. Saat itu, Sjafruddin  berjasa memperjuangkan dan mempertahankan RI dari usaha Belanda dalam agresi militer kedua.

"Peran PDRI sangat besar dalam mempertahankan kemerdekaan RI di saat-saat kritis. Pemimpin nasional Soekarno-Hatta dan sejumlah menteri ketika itu ditawan Belanda. Yogyakarta dan kota penting lain jatuh di bawah kekuasaan Belanda. Eksistensi RI di ujung tanduk," kata Fadli Zon dalam keterangan beberapa saat lalu (Kamis, 19/12).


Selain perang gerilya di Jawa yang dipimpin Jenderal Soedirman, lanjut Fadli Zon, strategi diplomasi internasional PDRI dapat meyakinkan dunia internasional bahwa RI tetap berdiri dan perlawanan rakyat terhadap Belanda tetap berlanjut. Para pemimpin nasional ketika itu pun mampu bekerja sama dengan menghilangkan berbagai perbedaan latar belakang maupun ideologi.

"Mereka bukan politisi yang memikirkan jabatan dan kedudukan untuk kekuasaan. Mereka negarawan yang berpikir untuk generasi yang akan datang. Rasanya kita kehilangan karakter pemimpin seperti itu," kata Fadli Zon, yang mengoleksi berbagai barang peninggalan para pemimpin nasional di awal-awal Kemerdekaan.

Pemimpin sekarang, sesal Fadli, lebih memikirkan diri sendiri dan berani mengorbankan kepentingan negara demi kejayaan perseorangan atau kelompok. Pengkhianatan terhadap rakyat pun dilakukan secara terbuka dan berkelanjutan.

Kini, masih kata fadli, di saat Indonesia menghadapi tantangan globalisasi, nilai kejuangan dalam PDRI perlu dikedepankan untuk mengingatkan tujuan dan cita-cita Indonesia Raya. Nilai kejuangan dapat menjadi bahan untuk melanjutkan proses character building bangsa Indonesia sehingga mempunyai jati diri dan identitas dalam menghadapi masa depan. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya