Berita

Abdullah Rasyid: Kebutuhan Listrik di Sumut Meningkat Seiring dengan Program MP3EI

RABU, 18 DESEMBER 2013 | 08:59 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Defisit listrik di Sumatera Utara akan terus terjadi selama pertumbuhan pembangkit listrik tidak sebanding dengan pertumbuhan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

"Tingginya pertumbuhan dan kebutuhan listrik di Sumut tak lepas dari terpilihnya Sumut sebagai lokasi unggulan program MP3EI yang tidak diimbangi dengan pertumbuhan pembangkit listrik," kata Ketua Ikatan Alumni Teknik Kimia (IKA TK) Universitas Sumatera Utara, Abdullah Rasyid, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 18/12).

Saat menjadi narasumber dalam acara talkshow Mencari Puncak Benang Kusut Kelistrikkan di Sumut pada Reuni Akbar Alumni USU, Sabtu lalu (14/12), Staf Khusus Menteri Perekonomian ini menjelaskan situasi di Sumut saat ini secara umum masih kekurangan daya listrik 300 Megawatt (MW) dari total kebutuhan keseluruhan sebanyak 1.600 MW. Hal ini terjadi karena pembangkitnya yang ada hanya mampu memasok 1.300 MW.


"Hal itu terjadi karena dalam sepuluh tahun terakhir tidak ada penambahan pembangkit baru dan sementara pembangkit lama sudah tidak efesien lagi," kata Rasyid.

Di era serba modern saat ini, lanjut Rasyid, listrik merupakan salah satu kebutuhan pendukung yang sangat menentukan. Karena vitalnya listrik menjadi urat nadi serta sumbu ekonomi, bisa dibayangkan sedemikian penting dan strategisnya kebutuhan energi listrik bagi kehidupan masyarakat.

"Sementara untuk Provinsi Sumut, sejak tahun 1982 hingga saat ini tidak pernah terlepas dari krisis sumber daya listrik," ujar ketua umum pertama Barisan Muda (BM) PAN itu.

Rasyid menyebutkan, seharusnya pemadaman bergilir dapat diakhiri pada akhir November lalu dengan masuknya 150 MW dan 180 MW dari pembangkit di Belawan, jika proses overhoul lancar. Namun skenario ini tertunda karena dari 150 MW yang ditargetkan hanya 70 MW saja terealisasi akibat adanya pengerjaan overhoul yang diskors aparat hukum.

"Kondisi ini mengakibatkan jadwal berakhirnya masa pemadaman mundur ke Januari 2014," ungkapnya.

Begitu pun lanjutnya, dalam penyelesaian krisis listrik di Sumut, masih ada harapan yaitu dengan pengadaan pembangkit yang baru sesuai dengan rencana program percepatan 10.000 MW Tahap I (FTP-1) Sumbagut. Melalui pembangunan 3 PLTU yakni, PLTU Nagan Raya di Aceh, PLTU Pangkalan Susu di Sumut, dan PLTU Teluk Sirih Di Sumbar. Selain itu, pemerintah daerah bersama dengan masyarakat hendaknya juga mencoba untuk mencari solusi alternatif  seperti pembangkit listrik tenaga surya. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya