Berita

sby-ani/net

Ani Yudhoyono Masih Berpeluang Jadi Capres Demokrat

SENIN, 16 DESEMBER 2013 | 08:22 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bisa dikatakan, Konvensi Demokrat gagal sejak awal. Tujuan utama Konvensi untuk kembali meningkatkan elektabalitas Demokrat yang jatuh terpuruk pasca kasus korupsi beberapa kadernya terungkap ke publik, menuai kegagalan. Di titik inilah, banyak yang percaya, ada peluang SBY menggagalkan hasil Konvensi.

Bila SBY menggagalkan hasil Konvensi, maka sosok yang paling mungkin untuk diusung adalah Ani Yudhoyono. Fakta yang sulit dihindari, elektabilitas Ani Yudhoyono masih berada di atas para peserta Konvensi. Fakta juga, struktur partai akan mudah digerakkan bila yang maju adalah orang penting di Demokrat. Dan Ani Yudhoyono, merupakan orang penting di Demokrat setelah SBY.

Fakta lain juga adalah soal posisi Ani Yudhoyono yang mendominasi kebijakan SBY selama ini. Hal ini sebagaimana terekam dalam laporan The Australian, yang pada Sabtu lalu (14/12) menurunkan kabar soal peran Ani yang merupakan penasihat penting bagi SBY dan satu-satunya orang kepercayaan SBY. Peran Ani lah yang disebut sebagai alasan utama mengapa Australia ikut menyadap Ani, bersama dengan SBY dan sejumlah menteri.


Dalam laporan itu disebutkan, Ani Yudhoyono diyakini  akan membangun dinasti di Indonesia, dan akan menjadi calon presiden setelah SBY tak lagi bertugas di Istana. Ani akan menjadi presiden sampai anak tertuanya, Agus Harimurti Yudhoyono, mencapai usia yang cukup untuk menjadi Presiden.  

Kegagalaan Konvensi, fakta posisi Ani di Demokrat, dan laporan The Australian yang berpijak pada informasi Direktorat Pertahanan Signal pada 2009 cukup menjadi alasan mengapa Ani Yudhoyono masih bepeluang menjadi Capres Demokrat. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya