Berita

arif wibowo/net

PEMILU 2014

PDI Perjuangan Temukan Potensi 60 Kursi Haram di DPR

SABTU, 14 DESEMBER 2013 | 16:42 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Diduga kuat, saat ini, ada 10 juta lebih pemilih tak wajar yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Jumlah pemilih tak wajar yang tersebar di 54 daerah pemilihan ini setara dengan 60 jatah kursi di DPR.

"Dari berbagai sampel yang diambil, ditemukan data yang bisa disalahgunakan untuk mendapatkan kursi haram di DPR," kata Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Arif Wibowo, beberapa saat lalu (Sabtu, 14/12).

Menurut Arif, potensi permainan itu bisa mendorong penggelembungan suara di 54 daerah. Yakni 16 kursi DPR di Provinsi Jawa Barat, 14 kursi di Jawa Tengah, 1 kursi di DI Yogyakarta, 3 kursi di Provinsi Banten, 14 kursi di Jawa Timur, 4 kursi di Aceh, dan 7 kursi di Papua dan Papua Barat. Temuan potensi penggemebungan itu, misalnya, di daerah pemilihan Bogor, disebutkan jumlah pemilih mencapai 3.251.871. Padahal jumlah total penduduk Bogor adalah 3.498.223.


"Apa mungkin lebih dari 90 persen warga Bogor masuk kategori pemilih? Kami menemukan ada 634.954 pemilih tak wajar, yang jika dikonversikan dengan bilangan pembagi pemilu, setara dengan 4 kursi," jelas Arif.

Modus sejenis juga ditemukan di dapil Nangroe Aceh Darussalam I. Dimana tercatat 617.552 pemilih, sementara jumlah penduduk sesuai Data Agregat Kependudukan hanya 222.849.

"Artinya jumlah potensi partisipasi warga dimarkup ratusan persen," kata dia.

Metode yang digunakan PDIP untuk menemukan pemilih tak wajar adalah dengan menyandingkan data daftar pemilih tetap (DPT) punya KPU dengan Data Agregat Kependudukan per Kecamatan versi Kementerian Dalam Negeri. Dari situ nampaklah adanya penggelembungan suara pada berbagai daerah pemilihan di Indonesia. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya