. Hingga saat ini, persoalan layanan publik menjadi keluhan masyarakat. Misalnya saja soal kemudahan mengurus administrasi kependudukan serta layanan kesehatan.
"Berdasarkan keluhan masyarakat, layanan publik masih terkesan lambat dan membingungkan, terutama dalam hal mengurus identitas kependudukan dan memperoleh layanan kesehatan gratis," kata calon legislatif DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN), Abdullah Rasyid, saat menggelar konsolidasi dengan Pengurus Ranting dan Rayon DPD PAN Medan.
Menurut Rasyid, pelayanan kesehatan masyarakat dan administrasi kependudukan, seperti e-KTP dan akte kelahiran, merupakan hak mendasar bagi warga negara Indonesia yang wajib diberikan negara. Dan sebenarnya, dari sisi program, semua telah difasilitasi oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah melalui ABPN dan APBD.
Staf Khusus Menteri Perekonomian itu pun memaparkan, dalam APBN sudah ada program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), Jaminan Persalinan (Jampersal) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Sedangkan untuk provinsi sudah ada Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Lalu untuk kabupaten/kota seperti di Medan ada pula Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Kota Medan (JPKMS).
"Dengan banyaknya program ini, layanan bagi masyarakat kurang mampu seharusnya tidak adalagi alasan warga tidak terlayani secara gratis dalam persoalan kesehatan," kata pria yang lahir di Medan dan menamatkan kuliah di Fakultas Teknik (FT) Universitas Sumatera Utara (USU) itu.
Namun dia memperkirakan program untuk keluarga kurang mampu tersebut, masih kurang sosialisasi dan informasi. Sehingga banyak warga yang tidak tau harus bagaimana mengaksesnya. Padahal program ini sudah berjalan semenjak 2008.
"Di sinilah sebenarnya peran anggota dewan yang mengawasi apakah semua program yang telah diprogramkan tersebut sudah berjalan, atau sudah sampai ke sasaran apa tidak. Jika belum jalan sesuai dengan yang diharapkan, maka warga harus diadvokasi dan pemerintahnya didesak. Terutama pemerintah di kabupaten/kota yang bersentuhan langsung dengan masyarakat," ujar mantan aktivis 98 dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam acara Kamis malam tadi (12/12) yang dihadiri ratusan warga di Kelurahan Tegal Sari III, Kecamatan Medan Area.
[ysa]