Berita

Michael Wattimena/net

Ketua Demokrat: Wajar Saja Bila SBY Siapkan Pengacara untuk Keluarga

JUMAT, 13 DESEMBER 2013 | 11:53 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Langkah Presiden SBY menyiapkan pengacara keluarga untuk melakukan advokasi atau pembelaan terhadap tudingan miring keterlibatan keluarga Cikeas dalam kasus korupsi merupakan hal yang wajar saja.

"Dalam posisi sebagai presiden, Pak SBY tidak akan menggunakan instrumen penegak hukum untuk membela dirinya dan keluarganya," ujar Ketua DPP Partai Demokrat, Michael Wattimena, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 13/12).

Sebenarnya, ungkap Michael, bisa saja dalam posisinya saat ini SBY mengerahkan instrumen penegak hukum untuk kepentingannya. Tapi hal itu tidak akan pernah dilakukannya.


"Presiden paham bahwa lembaga penegak hukum bekerja untuk kepentingan negara. Presiden tidak akan melibatkan lembaga negara untuk urusan pribadi," ujar Michael, yang merupakan Wakil Ketua Komisi V DPR.

Michael menduga, keputusan menyiapkan tim advokasi ini karena belakangan makin kerap keluarga SBY dikait-kaitkan dengan kasus hukum. Tim advokasi ini sepenuhnya bekerja untuk kepentingan pribadi Presiden SBY dan keluarga. Memang Partai Demokrat memiliki tim advokasi. Namun, karena ini kepentingan keluarga, maka instrumen partai tidak ikut dilibatkan.

Michael menyatakan saat ini di iklim reformasi memang siapa saja bisa melontarkan kritikan bahkan tudingan termasuk kepada Presiden SBY.

"Menurut saya, selama ini Presiden SBY dan keluarga sudah arif dan bijak dalam menyikapi pemberitaan miring yang sangat mendiskreditkan Pak SBY sebagai presiden dan sebagai keluarga. Bagaimanapun beliau presiden yang merupakan simbol negara," katanya.

Dia menambahkan, semua keterangan yang dikaitkan dengan keluarga Presiden SBY membutuhkan waktu untuk diuji kebenarannya di pengadilan. Apalagi, tidak tertutup kemungkinan, ada pihak yang selama ini mencatut nama SBY ataupun keluarga SBY untuk kepentingan pribadi.

"Munculnya keterangan itu belum menjadi fakta. Tapi, sekarang ada kesan keterangan itu sudah menjadi kebenaran. Ini jelas merugikan keluarga SBY. Jadi, sangat wajar, beliau memutuskan membentuk tim advokasi," lanjut anggota DPR dari daerah pemilihan Papua Barat itu, sambil mengatakan sikap Presiden SBY yang tidak memanfaatkan instrumen kekuasaan untuk kepentingan pribadi patut dicontoh oleh presiden Indonesia berikutnya. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya