Berita

dipo alam/net

Politik

Bambang Soesatyo: Dipo Alam Tidak Patut Diteladani

JUMAT, 13 DESEMBER 2013 | 07:37 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Tim Pengawas (Timwas) Century DPR menilai, pernyataan Seketaris Kabinet Dipo Alam yang meminta Wakil Presiden Boediono tidak memenuhi panggilan DPR diprediksi akan memicu kegaduhan politik yang tidak perlu menjelang berakhirnya masa pemerintahan SBY-Boediono.

"Sekali lagi sikap Dipo bukanlah sikap pejabat negara yang patut diteladani. Bangsa ini sudah kehilangan panutan karena  dirusak oleh orang-orang seperti Dipo Alam," ujar Anggota Timwas, Bambang Soesatyo kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (13/12).

Seharunya, kata Bambang, sebagai pejabat negara dan orang dekat presiden, Dipo menganjurkan hal-hal yang baik dan patuh pada hukum serta norma-norma dalam bernegara. Panggilan DPR jelas berlandaskan aturan dan UU sebagaimana diatur dalam pasal 72 UU 27/2009 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD.


Jelas politisi Partai Golkar ini, kalau Dipo menganjurkan atau bahkan memprovokasi Boediono agar tidak taat hukum dan melakukan pembangkaan atas perintah UU, maka Dipo harus ikut bertanggungjawab naiknya suhu politik yang semakin memanas manakala DPR atas nama UU menggunakan kewenangannya untuk menghadirkan secara paksa Boediono, karena mangkir setelah dua kali pemanggilan secara patut tidak hadir.

"Saya curiga ada udang dibalik batu dari sikap Dipo. Jangan-jangan dia memang sengaja melakukan upaya pembusukan agar pemerintahan ini tidak berakhir mulus dengan cara membenturkan SBY-Boediono dengan DPR," demikian Bambang Soesatyo. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya