Berita

jumhur hidayat/net

Jumhur: Film Soekarno Beri Pesan Pentingnya Nasionalisme dan Patriotisme

KAMIS, 12 DESEMBER 2013 | 16:01 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Kepala Badan National Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat sengaja menyempatkan diri menonton film Soekarno usai membuka Pelatihan Pasar Kerja Luar Neger Berbasis Riset yang diadakan oleh International Organization for Migration (IOM) untuk Indonesia di Bandung, kemarin (Rabu, 11/12).

Turut serta nonton barang Film Soekarno ini Deputi Kerjasama Luar Negeri (KLN) dan Promosi Endang Sulistyaningsih dan juga National Project Coordinator IOM Nurul Qoiriyah serta Kepala BP3TKI Bandung, Hasan Abdullah dan beberapa peserta pelatihan.

Film Soekarno film karya Hanung Bramantyo diproduksi PT. Multivision Plus (MVP) dirilis  Rabu (11/12).


"Film the founding fathers ini cukup layak ditonton, walaupun ada beberapa hal mengganjal terutama di awal film yang terlalu mengkontraskan seolah perjuangan Bung Karno dimulai saat dia ditolak oleh orang tua Mien, gadis yang ditaksir Bung Karno," kata Jumhur usai menonton tokoh idolanya Bung Karno.

Jelas Jumhur, film ini cukup kuat memberi pesan pentingnya nasionalisme dan patriotisme dengan kecerdasan menjalankan strategi dan taktik dari para pendiri Republik dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Menurutnya, untuk mencapai kemandirian bangsa, bangsa ini butuh figur para pemimpin yang memiliki integritas untuk memimpin kebangkitan Indonesia dengan mengkombinasikan dukungan sumberadaya alam dan sumberdaya manusia sehingga mampu menghasilkan daya saing yang tinggi.

"Saat ini andalan kepada sumberdaya manusia harus diutamakan karena sumberdaya ini jauh lebih hebat sekarang dibanding saat kemerdekaan dulu", ujar Jumhur bersemangat.

The new Indonesia, katanya, akan hadir jika Indonesia mampu memilih pemimpin yang berani menyikapi hegemoni asing dengan sikap percaya diri layaknya bangsa pejuang yang kemerdekaannya bukan karena dihadiahi, tetapi karena merebutnya. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya