Berita

yingluck shinawatra/net

Dunia

Didesak Mundur, PM Thailand Usulkan Referendum

MINGGU, 08 DESEMBER 2013 | 16:15 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra hari ini (Minggu, 8/12) mengusulkan diadakan referendum mengenai masa depan kepemimpinannya yang saat ini tengah mengalami badai protes oleh masyarakat Thailand.

Dalam pernyataannya ia berjanji akan mengundurkan diri jika hasil referendum menunjukkan bahwa ia harus mundur.

"Kita harus melakukan referendum sehingga orang dapat memutuskan apa yang harus kita lakukan," ujarnya sebagaimana dilansir dari Reuters (Minggu, 8/12).


Apapun hasil referendum itu, Yingluck berjanji akan menaati. Termasuk siap mengundurkan diri dan membubarkan parlemen jika itu yang mayoritas rakyat Thailand inginkan.

"Saya bersedia mendengarkan tuntutan dari para pengunjuk rasa. Aku tidak kecanduan gelar (perdana menteri)," tegasnya.

Para pengunjuk rasa telah menyuarakan tuntutannya di jalan-jalan ibukota selama berminggu-minggu. Unjuk rasa ini dipicu oleh RUU amnesti beberapa pekan lalu, yang akan memperbolehkan kembalinya mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra, yang merupakan kakak kandung Yingluck, ke tanah air dan terhindar dari hukuman penjara selama dua tahun meski terbukti melakukan korupsi. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya