Berita

Dunia

Promosikan Wisata Bahari, Kamboja Kembali Gelar Festival Laut

SABTU, 07 DESEMBER 2013 | 15:06 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Hari ini (Sabtu, 7/12) Kamboja menyelenggarakan Festival Laut kedua di Provinsi Kep bagian selatan. Sebelumnya, negeri Seribu Pagoda ini pernah menghelat acara serupa pada akhir 2011.

Seharusnya, Festival Laut kedua ini dilakukan pada tahun lalu, namun batal karena raja yang paling dihormati di negeri itu, Raja Norodom Sihanouk, meninggal dunia.

Menurut siaran pers Kementerian Pariwisata, sejumlah olahraga dan acara hiburan telah disiapkan untuk perayaan ini seperti konser, pertunjukan seni, kembang api, aneka kuliner, pertunjukan pantai dan beragam kegiatan olahraga air.


"Perayaan telah dimulai dengan sejumlah kegiatan olahraga pada hari ini hingga malam hari. Akan ada konser, pertunjukan seni, jajanan kuliner, dan kembang api," kata Wakil Direktur Departemen Promosi dan Pemasaran di Komite Olimpiade Nasional Kamboja, Kaing Sothea, seperti dikutip Xinhua (Sabtu, 7/12).

Sothea menambahkan, acara yang berlangsung dua hari ini diharapkan akan menarik puluhan ribu pengunjung dari dalam maupun luar negeri.

Sementara itu, dalam sebuah konferensi pers Menteri Pariwisata Thong Khon mengatakan bahwa Festival Laut ini bertujuan untuk mempromosikan potensi pariwisata bahari negara itu. Terlebih Myanmar telah terdaftar sebagai salah satu anggota Club of the Bays tercantik di dunia pada bulan Mei 2011. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya