Berita

syahfan-dharmakirty

Perlu Diplomasi Kuat untuk Mengatasi WNI Overstayer di Arab Saudi

SABTU, 07 DESEMBER 2013 | 10:47 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemerintah Indonesia harus melakukan langkah-langkah strategis untuk melindungi Warga Negara Indonesia (WNI) overstayer yang berada di Arab Saudi. Tentu saja, di saat yang sama, Indonesia juga harus tetap memperhatikan hubungan baik kedua negara selama ini.

"Menangani WNI Overstayer perlu diplomasi yang kuat," kata anggota Komisi I dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Syahfan Badri Sampurno, saat berdialog dengan Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Gatot Abdullah Mansyur, dan Konsul Jenderal, Dharmakirty Syailendra Putra, di KJRI Jeddah di Jalan Al Muallifin, Distrik Rehab, Jeddah, Arab Saudi, Jumat malam (, 6/12).

WNI overstayer merupakan WNI yang melakukan kunjungan atau tinggal di Arab Saudi, dengan beragam keperluan, namun telah habis masa ijin tinggalnya. Paling tidak, ada tiga penyebab yang menjadi faktor mengapa sesorang menjadi WNI overstayer.


Pertama, tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tetap menginginkan bekerja di Arab Saudi tanpa perpanjangan masa izin tinggal. Kedua, TKI yang tidak memiliki dana untuk kembali ke tanah air karena gaji tidak dibayar sehingga mununggu dipulangkan. Ketiga, WNI menggunakan visa untuk melakukan ibadah umroh, tetapi setelah masa via tinggal habis, mereka masih ingin tetap tinggal di Arab dan bekerja secara ilegal.

"Misi dipolmatik dengan Kerajaan perlu ditingkatkan, mengingat rata-rata WNI overstayer itu berpendidikan rendah," ungkap Syahfan, sambil meminta KBRI dan KJRI menjelaskan kebutuhan riil untuk melindundi WNI Overstayer ini.

"Kita berharap semua pihak bisa semua duduk bersama agar bisa zero accident," tegas Syahfan. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya