Berita

JCI Berharap Paket WTO Bali Bisa Disepakati

KAMIS, 05 DESEMBER 2013 | 21:06 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Konfrensi Tingkat Menteri Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) diharapkan bisa menyepakati Paket Bali yang sebelumnya mengalami perdebatan alot.

Demikian diharapkan Presiden Junior Chamber International (JCI) Indonesia terpilih, Hero Cokro. Heru juga berharap, KTM WTO kali ini, yang dihadiri oleh 159 Menteri dan delegasi dari Negara anggota WTO, mencapai titik temu dan menghasilkan kesepakatan terhadap tiga isu utama yang mampu meningkatkan perekonomian dunia.

Tiga isu utama yang diusung dalam KTM WTO kali ini berkonsentrasi pada masalah pertanian, yakni Trade Facilitation, Agriculture¸ dan Least Developed Countries (LDCs). JCI, menurut Heru Cokro, meyakini bahwa dengan disepakatinya Paket Bali, akan membawa dampak positif bagi negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.


Dalam bidang pertanian, orientasi terhadap pertanian akan membuka peluang ketahanan pangan. Hal itu bisa dicapai melalui pengaturan ekspor produk pertanian dan administrasi Tariff Rate Quota.

“Rekuota tarif impor diharapkan bisa memberikan perlindungan kepada petani-petani dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia,” ujar Heru Cokro dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/12).

Menurut Heru Cokro, apa yang disuarakan ini adalah aspirasi negara-negara berkembang. Umumnya, produk-produk pertanian dari petani negara berkembang harus mengalami hambatan dalam persaingan global lantaran negara maju mensubsidi pertanian dalam negeri mereka. Untuk saat ini saja, Amerika Serikat mensubsidi petaninya sebesar US$100 miliar per tahun, dan Eropa sebesar 80 miliar euro per tahun.

“Jika subsidi tersebut mereka kurangi, ini akan membuka peluang bagi produk-produk pertanian negara berkembang,” kata Heru Cokro.

Isu yang kedua adalah fasilitas perdagangan. Kesepakatan fasilitas perdagangan ini akan sangat membantu Indonesia karena upaya penetrasi pasar di Asia, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Latin akan dapat dilakukan secara lebih pasti dan mudah serta terbebas dari hambatan di pelabuhan, seperti yang berlangsung saat ini.

Dan ketiga, Least Developed Countries (LDCs) Atau masalah pembangunan khusus bagi negara kurang berkembang. Seperti duty free quota free (DFQF), ketentuan surat keterangan asal, dan kemudahan akses pasar jasa ke negara-negara maju.

"JIka Trade Facilitation, Agriculture, dan LDCs disepakati dalam forum ini, maka kegagalan dalam KTM WTO Doha Development Agenda (DDA) yang tidak menunjukkan perkembangan baik selama 12 tahun terakhir bisa diperbaiki," ungkap Heru.

Heru juga menambahkan, sudah saatnya negara-negara berkembang menyatukan sikap agar tercipta perdagangan dunia yang adil. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya