. Untuk memastikan keadaan di waduk Jatigede, Sumedang, anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, langsung turun ke lapangan dan langsung meninjau lokasi pembangunan.
"Bagaimana saya mau memperjuangkannya jika saya tidak tahu apa masalah yang dihadapi masyarakat yang akan saya perjuangkan," kata Maruarar, yang meski sempat diguyur hujan ia tetap rela berbasah kuyup menunggangi kendaraan roda dua bersama warga terdampak.
Maruarar, yang didampingi Ketua Pansus Jatigede, Edi Askhari, menekankan agar pansus menempuh jalur-jalur informal. Di hadapan perwakilan OTD Jatigede, Maruarar pun langsung menelpon Menteri Perekonomian Hatta Rajasa. Pada Hatta, Maruarar meminta waktu agar Pansus Jatigede dapat bertatap muka langsung dengan sebelum penyusunan keputusan presiden.
"Tadi Pak Hatta bilang kepetusan presidennya sedang dibuat, makanya kita harus segera ke bertemu dengan beliau, agar aspirasi masyarakat Jatigede masuk dalam keputusan presiden tersebut," kata Ara, panggilan akrab Maruarar Sirait, yang juga Ketua Umum Taruna Merah Putih, di lokasi pembangunan, Rabu sore (4/12)
"Saya setuju adanya pembangunan, tapi jangan sampai merugikan. Pembangunan itu harus adil. Jangan dulu digenang sebelum permasalahan dampak sosial selesai. Apalagi saya mendengar, masih ada puluhan ribu warga yang belum jelas nasibnya," demikian Ara.
Hingga saat ini, persoalan megaproyek Waduk Jatigede, Sumedang, belum kelar. Dari persoalan gantirugi yang belum tuntas, hingga persoalan dampak sosial bila waduk ini sudah mulai digenangi oleh air. Menurut rencana, setelah gagal digenangi beberapa bulan yang lalu, waduk ini akan digenangi air pada Februari 2014.
[ysa]