Berita

mobil murah isi bbm/net

Pemerintah Tak Konsisten, Mobil Murah Kok Dibolehkan 'Nenggak' BBM

SELASA, 03 DESEMBER 2013 | 08:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemerintah dinilai tidak konsisten menerapkan kebijakan yang dikeluarkannya sendiri.

Sebelumnya, pemerintah sudah menegaskan jenis mobil murah ramah lingkunan atau low cost green car (LGCC) tidak akan menggunakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Namun, tidak demikian faktanya.

Fakta di lapangan menemukan bahwa mobil murah juga ikut-ikutan berbondong-bondong untuk mendapatkan alat pengendali BBM atau RFID (Radio-frequency identification).


"Namun saat ini, hal (aturan) itu dilanggar (pemerintah) sendiri dengan memberikan pemasangan RFID pada mobil murah tersebut yang tentu dengan sendirinya berarti dibolehkan menggunakan BBM bersubsidi," jelas anggota Komisi V DPR Saleh Husin (Selasa, 3/12).

Karena itulah, Sekretaris Fraksi Hanura ini mempertanyakan sikap pemerintah tersebut.

"Dimana konsistensi dari kebijakan yang dibuatnya sendiri. Aturan setiap saat bisa berubah ubah sesuai sikon, dan akhirnya tergambar dengan jelas setiap instansi saling berlomba membuat kebijakan dan saling bertabrakan tanpa ada suatu koordinasi yang integral," demikian Saleh Husin. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya