Berita

pemira pks/rmol

Partai-partai Lain harus Contoh Cara PKS Menentukan Capres

MINGGU, 01 DESEMBER 2013 | 14:27 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Penjaringan calon presiden yang digelar Partai Keadilan Sejahtera sebaiknya dicontoh oleh partai-partai politik lainnya.

"Saya pikir ke depan semua capres dari parpol lebih baik ditentukan melalui pemilihan, 'minimal semi terbuka' setiap kader, simpatisan partai atau bahkan orang luar memiliki suara," jelas Direktur Eksekutif Media Survey Nasional (Median) Rico Marbun kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 1/12).

"Cara ini akan mengikis oligarki elit di partai dan ini menambah semarak partisipasi politik," sambung Rico, akademisi dari Universitas Indonesia ini.


PKS menggelar Pemilihan Umum Raya (Pemira) kemarin. Pemira yang diikuti kader PKS yang memiliki kartu tanda anggota ini untuk menentukan siapa calon presiden yang bakal diusung pada Pemilihan Presiden 2014 mendatang.

Soal apakah Pemira ini bisa menaikkan elektabilitas PKS pada Pemilihan Umum Legislatif 2014 nanti, menurutnya, masih harus dibuktikan oleh waktu. "Tapi kuncinya, jika ini (pelaksanaan Pemira) menjadi momentum politik yang memicu perbincangan atau menjadi buzz, dalam bahas marketing, peluang menaikkan elektabilitas bisa saja terbuka," demikian bekas Presiden Mahasiswa UI ini.  [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya