Berita

AS Hikam/net

AS Hikam: Bravo Pemira PKS!

MINGGU, 01 DESEMBER 2013 | 13:55 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Eksperimentasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menjaring calon presiden melalui Pemilihan Raya (Pemira), patut dipantau dan diapresiasi.

"Hemat saya, ketimbang konvensi/audisi ala Partai Demokrat, pemira jauh lebih riil dan merupakan sebuah praktik demokrasi yang lebih representatif," ujar pengamat politik senior AS Hikam (Minggu, 1/12).

Hikam menilai Pemira PKS ini adalah konvensi partai yang sebenarnya karena mirip dengan model konvensi yang dilakukan di Amerika Serikat.


"Mereka yang memilih adalah para angota PKS yang memiliki kartu anggota, bukan sekadar pendukung atau simpatisan. Para pemilih Pemira juga bebas dan rahasia menentukan pilihan mereka," jelas doktor Ilmu Politik jebolan University of Hawaii at Manoa (UHM) Amerika Serikat ini.

Karena itu, Hikam tidak sepakat dengan pendapat yang mengatakan bahwa pelaksanaan Pemira ini sepi di dalam dan sepi di luar dan dianggap tidak ada gaungnya, seperti disampaikan Gurubesar Universitas Indonesia Prof. Budiatna.

"Ini karena Pemira memang baru pertama dilakukan dan masyarakat belum terbiasa. Juga, kondisi PKS yang sedang mengalami krisis pencitraan saat ini berpengaruh tersebut popularitas terobosan ini," ungkap Hikam, Menristek era Pemerintahan Gus Dur ini.

"Namun hemat saya, PKS telah memberikan sebuah terobosan kreatif dan praktik terbaik (best practice) dalam penjaringan capres oleh parpol yang demokratis, tidak elitis, dan tidak buang-buang duit. Bravo Pemira PKS!" demikian AS Hikam, Wakil Rektor President University ini. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya