Berita

ilustrasi/net

Surabaya Jadi Incaran Investor dan Pengembang Properti

SABTU, 30 NOVEMBER 2013 | 17:25 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Meski beberapa pengamat memprediksi pertumbuhan properti akan melambat dalam beberapa tahun mendatang, namun pasar properti Surabaya justru diprediksi akan terus tumbuh dan berkembang.

Pasalnya, sebagai kota terbesar kedua setelah Jakarta, Surabaya adalah kota yang paling diincar oleh investor dan pengembang properti, baik nasional maupun mancanegara.

Hal inilah yang melandasi PT PP (Persero) Tbk, fokus menggarap pasar hunian vertikal apartemen Pavilion Permata sejak setahun lalu dengan positioning "Solusi Mudah untuk Hidup Lebih Indah" di Ibukota Jawa Timur itu.


"Berbeda dengan apartemen-apartemen lain, apartemen Pavilion Permata memanjakan penghuninya dengan hotel services yakni house keeping service, laundry service dan dining service. Dengan demikian Anda yang setiap hari sudah tersita waktu dengan jam kerja, kini tidak perlu lagi memikirkan urusan kebersihan ruangan, memasak ataupun mencuci," ujar Marketing Manager, PT PP (Persero) Tbk, Divisi Properti Proyek Apartemen Pavilion Permata, Rachmat Priyatna dalam rilis yang diterima redaksi (Sabtu, 30/11).

Rachmat mengatakan bahwa dalam event Bursa Properti 2013 ini pihaknya memberikan diskon khusus selama pameran. Menurutnya, bagi konsumen yang ingin memiliki apartemen Pavilion Permata dengan cara mengangsur maka, bank-bank seperti Bank BRI, CIMB, Niaga, Bank BTN dan Bank Muamalat siap membiayai fasilitas Kredit Pemilikan Rumah Susun (KPRS).

"Apartemen Pavilion Permata menawarkan apartemen tipe satu kamar tidur dengan luas 22 meter persegi dan luas 44 meter persegi untuk tipe dua kamar tidur. Dengan harga terjangkau dengan varian cara pembayaran cash, installment, dan KPRS yang akan memudahkan konsumen memiliki apartemen ini, " jelas Rachmat. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya