. Saat ini, negara, melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat, sudah resmi mengakui penelitian di dalam situs Gunung Padang, Cianjur. Dengan Keputusan yang ditandatangani pada 19 November lalu itu, Tim Katastrofi Purba dan Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) pun akan melanjutkan penelitian dengan payung hukum yang jelas.
Menurut inisiator TTRM, Andi Arief, tim sangat bersyukur dengan apresiasi besar dari negara itu. Tim juga, pada tanggal 6 Desember mendatang, akan memaparkan hasil penelitian di depan peserta Gotra Sawala yang diadakan Pemda Jabar. Acara ini akan dihadiri pada budayawan, yang akan dipanelkan dengan para peneliti senior, termasuk Prof. Anthony Reid.
"TTRM akan memberi kejutan paparan Lapisan Kebudayaan 5 yang belum pernah dipublish. Selama ini, empat lapisan budaya yang telah dipublikaskan," kata Andi Arief, yang juga Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 30/11).
Sementara itu, masih kata Andi, untuk mengantisipasi kontinuitas riset di berbagai tempat, TTRM mempertimbangkan masukan publik untuk membentuk yayasan. Di saat yang sama, TTRM juga merumuskan sembilan program riset jangka panjang.
Sembilan program itu adalah; riset-riset strategis Kebumian Indonesia; menguak sejarah, kearifan dan teknologi masa lalu lewat penelitian Katastrofi Purba; mensosialisasikan hidup bersama Dinamika Bumi Indonesia untuk mndapatkan manfaat sebedar-besarnya bagi keberlangsungan hidup (survival) bangsa; meriset potensi rare earth element-euper conductor materials in Indonesia; mengurai The wealth of Sundaland sea; mengkampanyekan hijrah ke unconventional geoenergy; memastikan wilayah Hidden Oil-Gas Resources Indonesia; meneruskan temuan Energy from the Past; dan mengembangkan sayap riset ke mancanegara untuk membantu negaa mengamankan energi dan sumberdaya hidup bangsa negara dan dunia.
"Inilah rencana TTRM ke depan, dan membuka diri bagi siapapun yang beminat untuk bergabung meneliti, menjadi pendamping, menjadi tim pendukung dan lain-lain," ungkap Andi Arief.
Andi pun berharap, berbagai lembaga penelitian, baik yang ada di universitas maupun lembaga peneletian mandiri, bisa bergabung. Dengan demikian, penelitan bisa semakin kuat karena semua pihak bekerja bersama.
"Kepgub Gunung Padang menjadi pintu optimisme. Hanya bekerja, kita akan berubah. Apapun bentuknya, dukungan negara itu penting," demikian Andi Arief.
[ysa]