Berita

Bahtiar Effendy/net

Daripada Lecehkan Dokter, Gurubesar UIN Suruh Hakim MK Fokus Perbaiki Kredibilitas

SABTU, 30 NOVEMBER 2013 | 10:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pernyataan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Arief Hidayat, yang membandingkan profesi montir dan dokter tidak benar.

Demikian disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Bahtiar Effendy, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 29/11).

Saat berbicara dalam seminar bertema "Dekonstruksi Gerakan dan Pemikiran Hukum Progresif" di Hotel Patra Jasa, Semarang, Jawa Tengah, Jumat kemarin (29/11), Arief mengatakan bahwa profesi montir lebih sulit daripada profesi dokter. Montir lebih sering menerima respon tak mengenakkan dibandingkan dokter.


Dokter, ungkap Arief, merupakan profesi paling enak, sebab yang menyembuhkan pasien itu Tuhan, tapi yang mendapat honor malah dokter. Bilapun pasien meninggal dunia padahal sudah ditangani, dokter akan gampang mengatakan bahwa itu merupakan suratan takdir. Sementara montir, bila hasil kerjanya bagus maka akan dibayar, namun bila mobilnya malah tambah rusak, maka dia tidak bisa mengatakan bahwa itu sudah menjadi takdir.

Menurut Bahtiar, pernyataan Arief ini jelas melecehkan profesi tertentu. Dan seharusnya hakim MK fokus saja pada persoalan yang kini dihadapi setelah Akil Mochtar ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Mestinya hakim MK fokus saja pada masalah memperbaiki kredebilitas MK," demikian Bahtiar. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya