Berita

twedy noviady/net

GMNI Desak Pemerintahan SBY Evaluasi Keberadaan Indonesia di WTO

JUMAT, 29 NOVEMBER 2013 | 14:13 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Presiden SBY dan Menteri Perdaganga Gita Wirjawan diminta untuk tidak menandatangani perjanjian apapun dalam forum Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-9 Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) di Bali pada 3-6 Desember mendatang. Bahkan, SBY dan Gita juga harus segera mempertanggungjawabkan kepada publik tentang kesepakatan-kesepakatan yang pernah di buat dalam WTO terdahulu.

"GMNI memerintahkan Pemerintah RI untuk segera mengevaluasi keberadaan Indonesia sebagai anggota WTO," kata Ketua Presedium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Twedy Noviady Ginting, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 29/11).

GMNI, lanjut Twedy, mengutuk Forum KTM ke-9 WTO yang akan diselengggarkan di Bali karena kami menganggap WTO adalah World Trape Organization; World Terorism Organization; dan World Theft Organization.


Twedy menilai Indonesia masuk dalam kategori negara yang lemah, baik dari sisi politik, budaya maupun ekonomi setelah Indonesia meratifikasi perjanjian-perjanjian WTO tahun 1994 dan resmi menjadi anggota WTO pada 1 Januari tahun 1995. Ratifikasi perjanjian WTO yang ditindaklanjuti dengan pengesahan UU No. 7 tahun 1994 pun memiliki konsekuensi hukum. Seluruh kaidah-kaidah hukum yang termuat dalam perjanjian-perjanjian wajib didelegasikan seluruh peraturan perundang-undangan terutama menyangkut perdagangan barang,jasa dan kekayaan intelektual yang pada gilirannya diberlakukan sebagai hukum positif dalam hukum nasional

"Jelas sekali kaidah-kaidah hukum dalam seluruh perjanjian WTO secara substansi bertentangan dengan norma dasar Pancasila yang kita anut, sebab didalamnya mendorong Indonesia untuk berperan aktif menjalankan sistim perdagangan bebas yang mengurangi bahkan cenderung menghilangkan peran negara dalam melindungi kepentingan nasional," demikian Twedy. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya