Berita

ilustrasi/net

DPR Harus Dibersihkan dari Mafia Migas!

JUMAT, 29 NOVEMBER 2013 | 14:00 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Semua partai politik yang kadernya disebutkan dalam kesaksian tersangka suap migas, Rudi Rubiandini, harus segera mengklarifikasi. Dalam kesaksian itu Rudi mengatakan bahwa ia pernah menyetor uang kepada sejumlah anggota DPR.

"Sebaiknya setiap partai politik harus mengklarifikasi kadernya yang disebut namanya terima aliran dana haram itu," kata Presedium Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad), Haris Pertama, dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 29/11).

Haris mengatakan, jika memang para anggota dewan yang disebut itu tidak mengklarifikasi maka benar jika kemudian BUMN menjadi sapi perah parpol melalui kader-kadernya di DPR.


"Akibat dari ulah para oknum tersebut, tentu akan membuat masyarakat kecewa. Baiknya, anggota DPR itu harus segera menyampaikan kemasyarakat terkait berita tersebut," ungkapnya.

Mantan Aktivis HMI ini juga meminta kepada Badan Kehormatan DPR harus mengambil tindakan tegas jika memang anggota itu terbukti menerima uang suap. "KPK harus benar-benar serius untuk menyelidiki semua nama tersebut jangan ada tebang pilih. Penegakan hukum harus seadil-adilnya," tegasnya.

Kamerad, kata Haris, akan melakukan unjuk rasa di Gedung DPR dan KPK meminta agar kasus ini bisa diselesaikan dengan baik dan benar. "Kamerad akan selalu mengawasi kasus tersebut demi terciptanya indonesia tanpa mafia," ujarnya lagi

Tidak hanya itu, berdasarkan info yang didapat, lanjutnya, KPK harus menyidik Try Julianto dari Partai Demokrat yang sebelum Rudi Rubiandini tertangkap tangan ada hubungan melalui komunikasi seluler (HP). "Try Julianto menghubungi Rudi ini diduga kuat karna disuruh oleh Teuku Riefky Harsya," tandasnya. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya