Berita

ilustrasi/net

PEMILU 2014

Setelah Cerai dengan Lemsaneg, KPU Bisa Gaet Hacker untuk Amankan Data Pemilu

JUMAT, 29 NOVEMBER 2013 | 08:56 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pasca pemutusan kerjasama dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg), KPU bisa meminta bantuan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan lembaga lain, yang menurut penalaran yang wajar diperkirakan mampu bersikap netral.

"Dalam hal pelibatan lembaga-lembaga itu dinilai masih belum cukup, saya merekomendasikan agar KPU merekrut para peretas handal yang jumlahnya melimpah di negeri ini. Mereka itu orang-orang hebat," kata Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 29/11).

Para peretas handal itu, ungkap Said, sudah tidak terhitung lagi pembuktian atas keahlian mereka. Sebut saja peretasan yang dilakukan terhadap situs Kepresidenan Bangladesh, dan yang terbaru pada sejumlah situs milik Australia.


"Mereka itu bukan para kriminal. Mereka adalah anak-anak muda yang potensial karena memiliki keahlian khusus di bidang IT. Peretasan yang mereka lakukan selama ini lebih tepat disebut sebagai kreativitas yang nakal, bukan kriminal," ungkap Said.

Bahkan, masih kata Said, beberapa Indonesia malah punya reputasi internasional. Diantaranya bahkan ada yang punya kemampuan menggeser posisi satelit. Orang-orang ini bahkan teruji pernah membantu KPU pada Pemilu 2004 menemukan pelaku peretasan terhadap situs KPU.

"Luar biasa itu. Nah, jadi KPU bisa merekrut mereka sebagai tenaga ahli dibidang IT KPU," demikian Said. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya