Berita

jumhur hidayat/net

Hongkong Butuh 2.000 TKI Pengasuh Lansia

JUMAT, 29 NOVEMBER 2013 | 07:58 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Saat ini, rumah perawatan orangtua lanjut usia atau panti jompo di Hongkong  membutuhkan sedikitnya 2.000 Tenaga Kerja Indonesia (TKI), untuk menjadi perawat atau pengasuh di 570 panti jompo yang tersebar di wilayah tersebut dengan jumlah keberadaan lansia sekitar 60 ribu.

"Sejauh ini mereka dirawat oleh tenaga kerja asal China, namun masih kekurangan 2.000 tenaga perawat. Karena itu diharapkan peluang ini diisi para TKI sektor formal berlatarbelakang keperawatan atau mantan TKI rumah tangga di Hongkong yang terlatih," ujar Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat, usai berdialog dengan agensi perekrut TKI asal Hongkong di Gedung Konsulat Jenderal RI Hongkong (Kamis, 28/11).

Jumhur berada di Hongkong sebagai rangkaian kunjungannya ke Taiwan guna menghadiri pertemuan tahunan ke-7 antara BNP2TKI dengan pihak Taiwan terkait peningkatan pelayanan TKI di Taiwan, 28-30 November 2013. Kegiatannya di Hongkong juga untuk memperkuat agenda pelayanan penempatan TKI formal dengan para pihak berbadan hukum di sana.


Dikatakan, program penempatan TKI perawat lansia Hongkong akan diatur dalam skema perjanjian P to P (Private to Private), yang melibatkan kerjasama Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) dengan agensi penyalur TKI di Hongkong.

"Prinsipnya, yang menjadi ujung tombak adalah kedua pihak swasta, sementara BNP2TKI berperan mengawasi ataupun menetapkan kategori terhadap kualifikasi TKI yang dibutuhkan tersebut," jelasnya.

Adapun jumlah 2.000 itu, tambah Jumhur, merupakan permintaan tahap pertama yang akan disusul dengan keperluan lebih besar lagi untuk tahap susulan.

Menurutnya, para TKI di sektor pengasuhan lansia Hongkong disyaratkan menguasai Bahasa China Kantonis sesuai permintaan agensi penyalurnya, apalagi rata-rata lansia di Hongkong dipandang tidak mampu berkomunikasi dalam bahasa asing lainnya termasuk Inggris.

Penguasaan Bahasa Kantonis itu, tambahnya, akan disyaratkan ke dalam sertifikasi calon TKI perawat lansia Hongkong yang dikeluarkan pemerintah Indonesia, di samping memuat adanya syarat pelatihan dan pengalaman memadai untuk pekerjaan itu. Sementara itu, para TKI perawat lansia akan dikontrak antara 2-3 tahun, dengan gaji berkisar 10 ribu dolar Hongkong (HKD) atau setara Rp 15 juta per bulan. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya