Berita

jumhur hidayat/net

Kini, Pemerintah Lebih Mudah Memonitor dan Melindungi TKI di Hongkong

JUMAT, 29 NOVEMBER 2013 | 06:19 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kini, Konsulat Jenderal RI di Hongkong akan segera membuka pelayanan pendataan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN) untuk para TKI yang berada di Hongkong maupun Macau.

Demikian disampaikan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat, usai pertemuan dengan Konsul Jenderal RI Hongkong, Chalief Akbar berikut jajarannya di KJRI Hongkong (Kamis, 28/11). yang juga dihadiri unsur Koalisi TKI Hongkong (Kotkiho) di antaranya Nurhalimah selaku ketua dan Narwati, Sekretaris Kotkiho.

Jumhur berada di Hongkong didampingi Deputi Penempatan BNP2TKI, Agusdin Subiantoro serta Deputi Perlindungan BNP2TKI, Lisna Yuliani Poeloengan, sebagai rangkaian kunjungannya ke Taiwan guna menghadiri pertemuan tahunan ke-7 antara BNP2TKI dengan pihak Taiwan terkait peningkatan pelayanan TKI di Taiwan, 28-30 November 2013.


Dalam pertemuan dengan pihak KJRI dan Kotkiho itu, Jumhur juga menyampaikan apreasinya terhadap Kotkiho dalam ikut melayani pendataan bagi TKI di Hongkong untuk keperluan penerbitan KTKLN. Menurut Jumhur, pelayanan pembuatan KTKLN untuk para TKI Hongkong akan dilakukan secara online oleh KJRI mulai Januari 2013, dalam bentuk pengisian data diri, foto, maupun berupa kelengkapan formulir atau dokumen lainnya. Setelah itu, pihak BNP2TKI akan menerbitkan KTKLN untuk para TKI berdasarkan jumlah permintaan dan meliputi data-data isian yang dilayani KJRI Hongkong.

Selanjutnya, KTKLN yang diterbitkan BNP2TKI akan dikirim ke KJRI secara langsung dan cepat agar bisa diterima para TKI yang memerlukan. KTKLN diperlukan sebagai dokumen ketenagakerjaan untuk TKI yang bekerja di luar negeri, di samping berfungsi sebagai sarana perlindungan karena data-data TKI secara lengkap sudah tercantum dalam KTKLN.

"Pemerintah tentu akan mudah memonitor keberadaan TKI dan melakukan aspek perlindungan dengan cara-cara yang cepat pula, mengingat perangkat KTKLN menyediakan kemudahan data-data TKI untuk diakses oleh pemerintah khususnya perwakilan RI di luar negeri," jelas Jumhur.

Ia menambahkan, jumlah TKI di Hongkong sejauh ini berkisar 150 ribu orang yang hampir semuanya bekerja di sektor rumah tangga. Dalam satu bulan, penempatan TKI ke Hongkong mencapai angka 4.000 - 6.000 orang.

Adapun gaji TKI di Hongkong sejak per 1 Oktober 2013 yaitu 4.010 Hongkong Dollar (HKD) atau setara Rp 6 juta, dan berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan setempat mereka pun mendapatkan hak libur satu hari dalam seminggu. Para TKI itu dikontrak untuk masa kerja dua tahun namun dapat diperpanjang dua tahun berikutnya setelah kembali ke Indonesia.

Jumlah TKI di Hongkong merupakan terbesar kedua di bawah Filipina yang saat ini menempatkan sebanyak 154 ribu, kemudian Thailand menempati urutan ketiga, dan setelah itu India, Pakistan, Bangladesh, serta Nepal. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya