Berita

fadli zon/net

HARI GURU NASIONAL

Gerindra Desak Pemerintah Tingkatkan Kualitas Guru

SENIN, 25 NOVEMBER 2013 | 12:36 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sebagai salah satu mata rantai pendidikan, kualitas guru mempengaruhi kualitas pendidikan. Pada akhirnya, berpengaruh pada kualitas generasi bangsa. Di sisi inilah, guru merupakan pelita kehidupan bangsa, yang mempunyai tugas mulia, mendidik dan mempersiapkan generasi bangsa.

Demikian disampaikan pendiri Fadli Zon Library, Fadli Zon, terkait dengan Hari Guru Nasional yang jatuh pada hari ini (Senin, 25/11). Fadli Zon mengingatkan, Ki Hadjar Dewantara dan Muhammad Sjafei adalah tokoh pelopor pendidikan yang berjasa mencerdaskan bangsa. Ki Hadjar Dewantara mendirikan Taman Siswa di Yogyakarta pada 3 Juli 1922, sementara Muhammad Sjafei mendirikan Indonesische Nederland School (INS) Kayutanam di Sumatera Barat pada 31 Oktober 1926.

Sejak pra-kemerdekaan, lanjut Fadli Zon, yang juga Perhimpunan Sastra Budaya Negara Serumpun (PSBNS), guru ikut berjuang mengusir penjajah. Di masa inilah, Guru  membangkitkan nasionalisme rakyat. Di masa ini juga, tepatnya pada 1912, lahir Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang menghimpun guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan pemilik sekolah. Pada 1932, PGHB mengambil langkah berani mengubah namanya menjadi Persatuan Guru Indonesia. Setelah Indonesia merdeka, organisasi Guru berubah menjadi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang diresmikan pada 25 Nopember 1945


"Jenderal Sudirman juga seorang guru," kata Fadli Zon, yang juga Wakil Ketua Umum Gerindra, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 25/11).

Kini, di era globalisasi, masih kata Fadli, pemerintah harus meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru. Tercatat, dari 2,92 juta guru, baru sekitar 51 persen berpendidikan S-1 atau lebih. Memang, rasio guru dengan murid di Indonesia sebenarnya sudah ideal, yaitu 1:18. Sedangkan bila mau dibandingkan, di Korea rasio guru 1:30, dan di Jerman 1:20.

"Distribusi guru di Indonesia belum merata ke seluruh wilayah Indonesia. Hampir 66 persen wilayah Indonesia kekurangan guru," demikian Fadli Zon, sambil mengatakan agar distribusi guru harus sesuai kebutuhan serta harus ada jaminan kualitas guru dan jaminan kesejahteraan dalam penempatan guru yang merata. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya