Berita

ilustrasi/net

Australia Sahabat Baik Indonesia Bila Membuka Isi Sadapan pada Publik

SENIN, 25 NOVEMBER 2013 | 12:17 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Australia harus benar-benar menunjukkan diri sebagai sahabat yang baik bagi Indonesia. Caranya, bukan dengan meminta maaf atas aksi penyadapannya. Sebab permintaan maaf sama sekali tidak akan menghapus luka yang terlanjur sudah membekas.

Menurut kader muda PDI Perjuangan, Beathor Suryadi, ada acara lain bagi Australia untuk membuktikan diri sebagai sahabat yang baik. Caranya, dengan membuka isi sadapan kepada publik Indonesia.

"Kalau Australia buka isi penyadapan dan itu membongkar kejahatan maka rakyat Indonesia bisa bilang bahwa Australia adalah sahabat yang baik," kata Beathor, yang merupakan aktivis di era-1980-an, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 25/11).


Bagi Beathor sendiri ada catatan menarik dengan aksi penyadapan ini. Pertama, misi penyadapan Australia adalah terkait dengan kelompok teroris, jaringan narkoba dan juga koruptor. Lantas, pertanyaan kemudian, mengapa SBY, Ani Yudhyono dan juga sejumlah anggota kabinet disadap.

"Apakah ini bagian dari mafia proyek anggaran yang disebut George Aditjondro sebagai Gurita Cikeas?" tanya Beathor.

Hal lain yang juga menarik, masih kata Beathor, aksi penyadapan itu dilakukan sebelum Pilpres 2009. Belakangan, di luar konteks penyadapan, kemudian muncul nama-nama yang cukup menghebohkan seperti Bunda Putri dan Sengman.

"Bila Australia membuka isi sadapan, maka Australia adalah sahabat yang baik karena menyelamatkan Bangsa kami," demikian Beathor. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya