Berita

bambang soesatyo

CENTURYGATE

KPK Harus Memvalidasi Keterangan Boediono dengan Berbagai Dokumen yang Ada

SENIN, 25 NOVEMBER 2013 | 12:02 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus terus didorong untuk memvalidasi keterangan Boediono dengan dokumen, alat bukti dan fakta-fakta yang ada.

Misalnya, kata anggota Timwas Century dari Fraksi Golkar, Bambang Soesayto, bagaimana Boediono bisa menjelaskan proses pemberian dana Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) sebesar Rp 689 miliar dalam jangka waktu lima jam. Lebih-lebih capital adequacy ratio (CAR) Bank Century dalam posisi minus. Boediono juga harus menjelaskan nilai jaminan di bawah 150 persen sebagai mana tertera dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI), juga penyerahan jaminan satu minggu setelah pencairan.

"Prinsip kehati-hatian BI dialanggar sendiri," kata Bambang kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 25/11).


Belakangan ada dokumen yang disebutkan sebagai surat pernyataan Robert Tantular pada tanggal 21 November 2008. Dalam dokumen ini, Robert Tantular, selaku direktur Utama PT. Century Mega Investindo, bersedia untuk ikut serta dalam penanganan yang dilakukan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) atas Bank Century Tbk dalam rangka melaksanakan UU No.24/2004 tentang LPS.

Dokumen ini menjadi bukti bahwa Wakil Presiden Boediono telah membohongi KPK dan seluruh rakyat Indonesia. Dalam keterangan pers setelah diperiksa KPK, Boediono mengatakan apa yang dilakukan terhadap Bank Century bukanlah sebuah langkah kebijakan bailout melainkan sebuah langkah kebijakan pengambilalihan. Dalam kebijakan bailout, pemegang saham lama akan dilibatkan. Sementara dalam pengambilalihan, pemegang saham tidak dilibatkan sama sekali dalam proses selanjutnya. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya