Berita

boediono/net

CENTURYGATE

Jelas Berbohong, Mungkinkah Ada Pihak Lain yang Mau Diselamatkan Boediono?

SENIN, 25 NOVEMBER 2013 | 07:39 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

.  Wakil Presiden yang juga mantan Gubernur Bank Indonesia, Boediono, benar-benar telah membohongi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan seluruh rakyat Indonesia.

Demikian disampaikan Inisiator Hak Angket Century, Muhammad Misbakhun. Kebohongan Boediono ini, ungkap Misbakhun, terlihat jelas dalam keterangan pers yang disampaikan Boediono, yang cukup mengejutkan, setelah diperiksa KPK soal dugaan keterlibatannya dalam proses bailout Bank Century.

Dalam keterangan itu, Boediono mengatakan apa yang dilakukan terhadap Bank Century bukanlah sebuah langkah kebijakan bailout melainkan sebuah langkah kebijakan pengambilalihan. Dalam kebijakan bailout, pemegang saham lama akan dilibatkan. Sementara dalam pengambilalihan, pemegang saham tidak dilibatkan sama sekali dalam proses selanjutnya. Dan tindakan ini disebut oleh Boediono sebagai tindakan dan perbuatan yang mulia.


Misbakhun, dalam keterangan kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 25/22), pun mengajukan bukti kebohongan Boediono. Berdasarkan satu dokumen, ada dokumen surat pernyataan yang ditandatangani oleh Robert Tantular pada tanggal 21 November 2008.

Dalam dokumen tersebut secara jelas menyebutkan bahwa Robert Tantular selaku direktur Utama PT. Century Mega Investindo bersedia untuk ikut serta dalam penanganan yang dilakukan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) atas Bank Century Tbk dalam rangka melaksanakan UU No.24/2004 tentang LPS. Untuk itu, pihak Robert Tantular bersedia menyetor tambahan modal sekurang-kurangnya sebesar 20 persen dari perkiraan biaya penanganan yang ditetapkan oleh LPS dalam jangka waktu 35 hari kalender sejak surat tanggal surat pernyataan ditanda tangani tanggal 21 November 2008.

Fakta dan dokumen yang ada, lanjut Misbkahun, jelas menunjukkan bahwa pemegang saham lama dilibatkan dalam proses yang dikatakan sebagai penyelamatan langkah bailout tersebut. Tapi pertanyaanya, kenapa kemudian diubah menjadi "pengambilalihan."  

"Apa motif kebohongan Wapres tersebut? Menyelamatkan diri sendiri atau ada pihak yang ingin dilindungi oleh Wapres dengan keterangan di luar fakta tersebut?" kata Misbakhun. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya