Berita

Pemprov DKI harus Genjot Sektor UKM

SABTU, 23 NOVEMBER 2013 | 17:40 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Selain industri besar yang menjadi penopang ekonomi di DKI Jakarta, sektor usaha kecil dan menengah (UKM) juga menjadi potensi yang tak kalah besar jika dikelola oleh masyarakat dan disupport oleh pemerintah. Sektor berbasis households (rumah tangga) ini bisa memberdayakan ibu rumah tangga, dan sekaligus membuka lapangan pekerjaan, dan menaikkan pendapatan keluarga.

"Tentunya industri menengah kecil sangat berpotensi untuk terus dikembangkan di DKI Jakarta, dan belajar dari pengalaman sebelumnya, industri menengah kecil ini lebih tahan terhadap terpaan krisis keuangan global," jelas calon anggota DPD dari Jakarta Rommy dalam siaran persnya (Sabtu, 23/11).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan IBS (industri besar sedang) misalnya, industri manufaktur mengalami pertumbuhan dari 3% menjadi 5,27%. Selain itu, industri menengah kecil yang mengalami kenaikan adalah dari bahan plastik dan karet yang tumbuh sekitar 4,52%.


"Bila mendengar kata plastik, saya jadi teringat sampah di Jakarta. Nah, jika ada teknologi pemisahan jenis sampah, kan ini bisa dikelola sebagai industri baru. Pembuatan produk dari hasil daur ulang sampah plastik, atau pembuatan pupuk dari jenis sampah organik," ungkap Rommy.

Memang, yang dibutuhkan adalah investasi untuk penelitian serta membuat pasar bagi produk-produk daur ulang. Beberapa kalangan beranggapan, faktor pertumbuhan suatu negara bisa bersaing dengan negara lain, jika ada investasi yang besar untuk penelitian agar produk barang bisa lebih inovatif dan berkualitas.

Persoalannya adalah, apakah kalangan bisnis dan pemerintah mau mensupport sektor menengah kecil ini. Menurutnya, jika dibandingkan tahun 2012, pertumbuhan produksi industri menengah kecil mengalami kenaikan sebanyak 11,3%. Namun, industri tempe-tahu misalnya, mengalami penurunan di triwulan 2 dan 3 tahun 2013  karena harga kedelai yang tinggi.

"Padahal industri sektor makanan berpeluang sangat tinggi, terbukti mengalami pertumbuhan paling tinggi untuk sektor industri menengah kecil di DKI," tandas Rommy, yang mempunyai tagline, Anak Kampung Jakarta ini.

Rommy membandingkan dengan China yang belakangan ini industri rumah tangganya sangat pesat, bisa memenuhi konsumsi domestik sekaligus menstimulasi pertumbuhan ekonomi karena tingginya konsumsi domestik dari produk industri rumah tangga. Itu karena Pemerintah menyediakan pasar yang riil bagi industri ini sehingga pelaku bisnis sektor ini juga tinggi peminat," demikian Rommy. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya