Berita

ilustrasi/net

Ternyata Sejak 2007 Inggris Persilakan AS Sadap Warga Negaranya

JUMAT, 22 NOVEMBER 2013 | 06:49 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Edward Snowden terus beraksi dan membuka operasi intelijen dari beberapa negara terhadap negara lain.

Setelah membuka aksi penyadapan Australia terhadap Presiden SBYdan sejumlah menteri, Snowden juga mengatakan bahwa Inggris mengizinkan Badan Keamanan Amerika Serikat untuk menyadap warga negaranya. Izin ini mulai dibuka sejak 2007.

Sebelum 2007, bila  National Security Agency (NSA), Badan Keamanan Nasional AS, menemukan nomor ponsel atau alat email dalam sebuah operasi, mereka sama sekali tidak bisa menyimpannya. Hal ini berdasarkan kesepakatan dua negara mengenai berbagi data intelijen.


Selama ini Inggris dan AS dikenal sebagai sahabat abadi, terutama terkait dengan kebijakan luar negeri.

Namun setelah 2007, kata Snowden, sebagaimana dilansir jaringan televisi Inggris Channel 4 dan harian Guardian (Kamis, 21/11), Inggris mengizinkan AS untuk menyadap warga negaranya, baik melalui perbincangan di ponsel atau melalui email.

Menurut dokumen dari Snowden,  AS diizinkan menyimpan semua catatan hasil sadapan itu untuk dianalisa. Alasanya, untuk keperluan "menelusuri rantai kontak."

Terkait dengan pemberitaan ini,  Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan tidak akan mengomentari spekulasi yang dibocorkan Snowden. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya