Berita

hayono isman/net

Hayono Isman: Sistem Ekonomi Kita Saat Ini Jauh dari Semangat Gotong Royong

KAMIS, 21 NOVEMBER 2013 | 21:54 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif Kosgoro, Hayono Isman, mengatakan, semangat gotong royong masih ada di tingkat pedesaan. Bahkan sudah mulai diperkuat lagi karena anak-anak muda sudah mulai berperan di dalamnya.

Masalahnya, saat ini nilai-nilai gotong royong mulai pudar di tingkat pusat. Mulai pudarnya nilai gotong royong itu akan menimbulkan kondisi yang tidak baik untuk pembangunan. Disamping itu, akan menimbulkan dampak yang tidak baik terhadap budaya bangsa.

"Ekonomi bangsa akan mudah goncang jika tidak dilandaskan sub ekonomi yang dibangun dengan jiwa gotong royong," kata Hayono Isman usai acara dialog publik "Melihat Kembali Relevansi Nilai-nilai Gotong Royong dalam Memperkokoh Perekonomian Indonesia" di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, siang tadi, Kamis, (21/11).


Sementara itu, kata anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini, ekonomi bangsa masih sama dengan perkembangan demokrasi yang mengarah kepada pada hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

"Sebagai masyarakat, akademisi dan komunitas madani cermati demokrasi kita," ucap peserta Konvensi Capres Partai Demokrat ini dalam keterangan persnya.

Anggota Komisi I DPR ini menyebutkan, demokrasi itu baik dan bagus. Tetapi, jika menyimpang dari nilai-nilai Pancasila, akan menghancurkan kita sendiri. "Demokrasi kita saat ini demokrasi yang membangun satu sistem ekonomi yang jauh dari semangat gotong royong. Ini perlu menjadi perhatian bagi kita semua," pungkasnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya