Berita

lalu mara/net

Wasekjen Golkar Gulirkan Wacana untuk Boikot Produk Australia

KAMIS, 21 NOVEMBER 2013 | 13:25 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pernyataan Menteri Perdagangan yang melihat sisi ekonomi dari hubungan Indonesia-Australia menuai kontroversi.

Gita misalnya mengatakan, bila pemutusan hubungan diplomatik Indonesia-Australia terjadi maka harga daging bisa mencapai Rp 200.000 sampai dengan Rp 300.000 per kg. Pernyataan Gita ini nampak lebih melihat sisi ekonomis belaka, tanpa memperhatikan arti sebuah martabat dan kedaulatan sebagai bangsa.

Protes pada Gita misalnya datang dari Wakil Sekjen DPP Golkar, Lalu Mara Satria Wangsa. Lalu Mara, yang selama ini memperjuangkan produksi dan industri dalam negeri di Nusa Tenggara Barat, dalam laman facebook-nya mengecam keras pernyataan Gita.


"Begini kalau otak menteri isinya cuman impor dan impor! Seorang Menteri tidak melihat potensi laut, sayur mayur dan lain-lain yang lebih berprotein ketimbang daging sapi Australia. Seolah-olah tidak makan daging sapi Australia, rakyat merana," tulis Lalu Mara, siang ini (Kamis, 21/11).

Lalu Mara menegaskan, ia sendiri tidak setuju dengan pemutusan hubungan diplomatik. Namun bagaimanapun, Indonesia harus menunjukkan sikap yang tegas. Ada banyak cara untuk menunjukkan sikap yang tegas.

Misalnya, sejak kemarin Lalu Mara menggulirkan wacana untuk memboikot produk Australia. Wacana yang digulirkan Lalu Mara ini menyikapi pernyataan Perdana Menteri Australia, Tonny Abbott, di hadapan parlemen, yang menegaskan tidak akan meminta maaf kepada rakyat dan pemerintah Indonesia karena giat intelijennya merupakan bagian dari menjaga negara sendiri.

"Sikap yang sangat pongah memang. Ayo kita ramai-ramai boikot produk Australia, dan jangan takut bule atau wisatawan Australia tidak datang ke Indonesia," tegas Lalu Mara.

Lalu Mara pun cukup heran dengan sikap Presiden SBY yang baru seminggu terakhir ini bersikap cukup keras. Padahal saat Wapres Boediono melakukan kunjungan ke Australia sebelumnya, informasi penyadapan intel Australia sudah meledak di media massa.

"Sepertinya ada sesuatu nih," ungkap Lalu Mara penuh curiga. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya