Berita

tantowi yahya/net

Hukum

Komisi I Laporkan SMS Gelap ke Bareskrim Polri

RABU, 20 NOVEMBER 2013 | 16:03 WIB | LAPORAN:

Anggota Komisi I DPR melaporkan pesan singkat (sms) gelap yang beredar soal penerimaan suap dari direksi Televisi Republik Indonesia (TVRI) ke Bareskrim Polri.

Nama-nama yang disebut dalam pesan singkat itu adalah Tantowi Yahya dari Fraksi Partai Golkar, Hayono Isman dari Fraksi Partai Demokrat, dan Evita Nursanty dari Fraksi PDI Perjuangan.

"Kami memutuskan untuk melaporkan sms tersebut untuk menyelidiki asal-usul dari sms. Pada akhirnya akan menemukan siapa pelaku sesungguhnya di balik pengiriman sms," kata anggota Komisi I Tantowi Yahya di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (20/11).


Menurut Tantowi, nomor ponsel yang digunakan untuk mengirim sms tersebut sudah tidak lagi aktif. Dalam pesan gelap itu, pengirimnya yang mengaku bagian dari direksi TVRI mengatakan telah memberi uang Rp 3 milyar pada 16 Oktober 2013 lalu kepada anggota Komisi I untuk mencegah pemecatan direksi. Uang tersebut diserahkan oleh mantan Direktur Program dan Berita TVRI Irwan Hendarmin kepada Tantowi Yahya, Hayono Isman, dan Evita Nursanty yang berada di Bandung.

Selain itu, pengirim pesan juga mengatakan bahwa utusan direksi TVRI membawa penyanyi Yuni Shara dan Iis Dahlia.

"Ini adalah tuduhan yang sangat keji, dan merupakan pencemaran nama baik," kata Tantowi.

Menurutnya, setelah Komisi I mengundang direksi TVRI tidak terbukti adanya penyuapan. Pada hari yang dimaksud, baik Direksi TVRI maupun tiga orang anggota Komisi I DPR tidak berada di Bandung.

"Dugaan kami sementara ini adalah dari oknum-oknum TVRI yang merasa akan tersingkir atau kenikmatan mereka membancak uang negara di TVRI itu sudah mulai terganggu oleh upaya-upaya yang dilakukan Komisi I dalam rangka penyehatan dan revitalisasi TVRI," tegas Tantowi. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Selesaikan Bentrok di Matraman dengan Kepala Dingin

Senin, 27 Juli 2026 | 20:25

Metode Backfill Tailing jadi Andalan Tambang Bawah Tanah Lebih Ramah Lingkungan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:24

Putusan Majelis Syura PKS: Dukung Kebijakan Ekonomi Prabowo Hingga Soroti LGBTQ

Senin, 27 Juli 2026 | 20:23

Pramono Minta Warga Kepala Dingin Sikapi Bentrokan di Matraman

Senin, 27 Juli 2026 | 20:16

Sebagai Wakil Rakyat, DPR Punya Tiga Tugas yang Wajib Dijalankan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:14

KSSK Bakal Libatkan Danantara dalam Setiap Pengambilan Keputusan

Senin, 27 Juli 2026 | 20:02

Kuasa Hukum Sebut Kasus TPPU Febrie Adriansyah Masih Abu-Abu

Senin, 27 Juli 2026 | 19:59

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Komunitas Lintas Iman Satukan Tekad Hadapi Krisis Iklim

Senin, 27 Juli 2026 | 19:49

Kompetisi Debat Pemilu ke-VI Bawaslu Cetak Rekor Peserta Terbanyak

Senin, 27 Juli 2026 | 19:48

Selengkapnya