. Hingga saat ini, persoalan megaproyek Waduk Jatigede, Sumedang, belum kelar. Dari persoalan gantirugi yang belum tuntas, hingga persoalan dampak sosial bila waduk ini sudah mulai digenangi oleh air. Menurut rencana, setelah gagal digenangi beberapa bulan yang lalu, waduk ini akan digenangi air pada Februari 2014.
Hari ini (Rabu, 20/11), pimpinan DPRD dan Pansus Waduk Jetigede mendatangi dan mengadukan persoalan ke Komisi V DPR. Mereka pun diterima oleh anggota Komisi V, yang menangani persoalan infrastruktur, Eldi Suwandi.
Menariknya, dalam audiensi ini, hadir pula anggota DPR dari Komisi XI, Maruarar Sirait. Tanpa diundang, Maruarar datang karena merasa harus ikut berjuang bersama dengan rakyat Sumedang. Sebab pada prinspinya, persoalan Waduk Jatigede bukan semata persoalan Sumedang, tapi terkait dengan pola pembangunan secara umum.
Bahkan, begitu pimpinan DPRD yang datang bersama dengan beberapa kepala desa dan organisasi kemasyarakatan di Sumedang, tiba di ruang Komisi VI, Maruarar langsung menelepon Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Kepada Hatta, di depan pimpinan Pansus Jatiegede, Maruarar menyampaikan persoalan-persoalan yang dikeluhkan warga Sumedang. Maruarar pun sempat memberikan teleponnya kepada Ketua Pansus, Edi, hingga Edi berbincang langsung dengan Hatta Rajasa.
"Saya sengaja datang kesini. Saya secara konsisten akan perjuangkan persoalan ini," tegas Ara, panggilan akrab Maruarar Siarit.
Kehadiran Maruarar pun disambut baik oleh Eldi Suwandi. Bagi Eldi, kehadiran Maruarar ini memberi energi yang lebih kuat untuk memperjuangkan aspirasi warga Sumedang. Apalagi, Maruarar juga selama ini memang sudang memperjuangkan persoalan ini. Bahkan, beberapa bulan lalu, Maruarar sudah mempertemukan kepala desa dan orang terkena dampak (OTD) dengan Menteri Keuangan Chatib Basri.
[ysa]