Berita

Nadjib Riphat Kesoema/net

Tiba di Tanah Air, Dubes RI untuk Australia Menghadap Presiden Siang Nanti

RABU, 20 NOVEMBER 2013 | 07:38 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Setibanya di Tanah Air, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Austalia Nadjib Riphat Kesoema akan menghadap Presiden SBY di Istana Negara, pada pukul 11.00 WIB siang nanti (Rabu, 20/11).

Dubes Nadjib Riphat sendiri sudah tiba di Tanah Air tadi malam. Dia mendarat di Bandara Internasional Soekarno Hatta (BSH), Tangerang, Banten, pada pukul 19.30 WIB. Dubes Najib diminta pulang dari Canberra untuk menjelaskan soal penyadapan yang dilakukan Intelijen Australia terhadap pejabat Indonesia.

Informasi tentang penyadapan ini dilontarkan oleh Edward Snowden, seorang mantan pegawai di Badan Keamanan Amerika Serikat (NSA) kepada The Guardian, harian berpengaruh di Inggris. Koran itu menyebut daftar pejabat tinggi Indonesia yang disadap oleh Intelijen Australia.
 

 
The Guardian mengutip sebuah slide powerpoint yang dikeluarkan Direktorat Sinyal Australia (ADS). Statusnya “top secret” atau sangat rahasia. Slide memaparkan nama pejabat dan jenis ponsel yang disadap. Di bagian bawah slide tertulis slogan Kementerian Pertahanan Australia: Reveal their secrets-protect our own (ungkap rahasia mereka dan jaga rahasia negara). Slide lainnya ada lagi. Judulnya Indonesian President Voice Event.

Isinya, grafik data daftar telepon yang dihubungi dari ponsel Nokia E90, yang diklaim  sebagai nomor Presiden SBY. Data itu diambil selama 15 hari pada Agustus 2009. Selain SBY dan Ibu Ani, tujuh pejabat lainnya adalah Wapres Boediono, mantan Wapres Jusuf Kalla, Dino Patti Djalal (saat itu Jubir Presiden), Hatta Rajasa, Sri Mulyani (mantan Menteri Keuangan), Widodo AS (mantan Menkopolhukam), Sofyan Djalil (mantan Menteri BUMN). [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya