Berita

andreas paraeira/net

PENYADAPAN AUSTRALIA

Ketua PDIP: Pemerintahan SBY Naif dan Seperti Cacing Kepanasan!

SENIN, 18 NOVEMBER 2013 | 20:31 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemerintah SBY seperti cacing kepanasan menanggapi aksi penyadapan yang dilakukan oleh dinas intelijen Australia terhadap beberapa pejabat top Indonesia.  Seharusnya, pemerintah SBY bersikap preventif dan tidak utopis melihat hubungan antar-negara, bahwa seolah bila negara bersahabat maka tidak berlaku lagi giat intelijen, termasuk aksi sadap menyadap.

"Pemerintah RI, termasuk Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa terlalu naif," kata Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Luar Negeri dan Hubungan Internasional, Andreas Hugo Paraeira, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 18/11) terkait dengan aksi penarikan Duta Besar Indonesia di Australia.

Andreas mengingatkan lagi, aksi penyadapan Australia ini merupakan akibat dari prinsip politik luar negeri SBY yang thousand friends zero enemy yang naif utopis. Padahal seharusnya, pemerintahan SBY lebih realistis dan menyadari bahwa karakter hubungan internasional secara universal memang lebih realis ketimbang idealis-utopis.


"Politik luar negeri dan politik pertahanan-keamanan memang seharusnya mengedepankan prinsip realisme politik yang berbasiskan kepentingan nasional, dan untuk itu apapun dilakukan oleh suatu negara demi membela kepentingan nasional," tegas Andreas.

Ini, lanjut Andreas, merupakan prinsip yang biasa dipraktekan oleh negara manapun di dunia dengan pemimpin-pemimpinnya yang rasional, dari dulu sampai sekarang, dan tidak akan pernah berubah.

Karena itu, terakhir, Andreas mengingatkan, kasus penyadapan ini harus menyadarkan pemerintahan SBY dan jajaran diplomasinya untuk lebih realistis terhadap hubungan internasional modern, ketimbang mengedepankan politik luar negeri thousand friend zero enemy yang lips service. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya