Berita

Sarifuddin Sudding/net

Budi Mulya Ditahan, Boediono harus Siap-siap

SENIN, 18 NOVEMBER 2013 | 16:05 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Penahanan Budi Mulya diyakini merupakan langkah awal untuk memintai pertanggungjawaban hukum terhadap Dewan Gubernur Bank Indonesia secara keseluruhan.

Karena kasus dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Century sebagai bank gagal berdampak sistemik, yang menjerat Deputi V Bidang Pengawasan BI itu, diambil secara kolektif kolegial.

"Itu artinya bukan hanya Budi Mulya seorang diri yang dimintai pertanggungjawaban. Akan tetapi termasuk Boediono selaku Gubernur BI saat itu," tegas Ketua Fraksi Hanura Sarifudin Sudding kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 18/11).


Lebih jauh, Sudding menilai, karena Boediono saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden RI, DPR harus menggunakan hak menyatakan pendapat.

"Dengan penahanan terhadap Budi Mulya, DPR sebaiknya menggunakan Hak Menyatakan pendapat untuk mempercepat proses hukum terhadap Bank Century oleh KPK," ujar anggota Timwas Century ini.

Bahkan, ungkap Sudding menambahkan, Hanura sudah sejak awal mengusulkan DPR menggunakan HMP. "Dari dulu Hanura tetap pada sikap awal mendorong HMP. Namun belum didukung fraksi lain," demikian anggota Komisi III DPR ini. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya