Berita

muhammad/net

Jangan Salahkan Publik Bila Menduga Ada Kiriman Lain ke Bawaslu Selain Camry

SENIN, 18 NOVEMBER 2013 | 11:48 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bila Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Muhammad, tidak kunjung melaporkan kasus upaya penyuapan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maka publik menduga masih ada sesuatu yang disembunyikan oleh Muhammad sehingga dia tidak berani melapor ke KPK.

"Jangan salahkan publik (bila ada dugaan itu)," kata Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma) Indonesia, Said Salahudin, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 18/11).

Said menilai publik setuju bila kasus upaya penyuapan mobil mewah kepada Muhammad ini harus jadikan sebagai pintu masuk untuk membongkar kemungkinan adanya praktik suap-menyuap di lingkungan penyelenggara Pemilu yang dilakukan oleh peserta Pemilu, baik itu parpol, caleg, atau calon kepala daerah.


"Publik harus diberikan jaminan bahwa Pemilu 2014 benar-bebar terbebas dari praktik suap-menyuap," tegas Said.

Beberapa waktu lalu, Muhammad mengaku ada salah seorang utusan ketua partai politik tertentu yang mau mengirimkan mobil camry ke rumahnya. Namun hingga kini Muhammad bisa mengungkap secara terbuka dan transparan siapa ketua partai yang dimaksud. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya