Berita

jusuf kalla/net

JK Tak Pernah Setujui Program Masjid yang hanya Bersifat Formalitas dan Pencitraan!

MINGGU, 17 NOVEMBER 2013 | 10:46 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Di bawah kepemimpinan Jusuf Kalla, Dewan Masjid Indonesia tengah melaksanakan program secara besar-besaran. Banyak program DMI yang diprioritaskan langsung bermanfaat bagi masyarakat.

Misalnya, DMI mempunyai program pendirian Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis masjid. Sebanyak 1400 PAUD bekerjasama dengan Kemendikbud. Ada juga program perbaikan tata suara (sound system) yang tahun ditargetkan menyasar tiga sampai limu ribu masjid.

"Ada pendirian pos kesehatan berbasis masjid, dan mendirikan bank syariah berbasis masjid, bekerjasama dengan ASBISINDO. Semua tengah berlangsung. Ini membuktikan kerja keras untuk kemaslahatan masyarakat, agar masjid berdaya dan bermanfaat dalam berbagai aspek kehidupan," jelas Sekretaris Komunikasi dan Informasi PP DMI, Hery Sucipto, kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 17/11).


Menurut Hery, justru tak jarang JK tidak menyetujui program yang sifatnya hanya formalitas, pencitraan dan aspek manfaatnya sementara waktu. JK ingin program yang jelas-jelas nyata dan dapat memakmurkan masjid serta jamaahnya. Itu sebabnya, di bawah kepemimpinan JK, DMI memilih tagline "Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid".

Dalam berbagai aktifitas DMI, baik di pusat maupun daerah, lanjut kader Muhammadiyah ini, JK juga menginstruksikan gambar dirinya tidak dipajang di spanduk atau alat-alat peraga kegiatan DMI lainnya, termasuk ucapan ‘Selamat Berpuasa’ saat Ramadhan, dengan mencantumkan nama dan gambar dirinya.

Mungkin karena massifnya kegiatan dan program DMI itulah, Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Nurul Arifin sampai berkesimpulan tendensius bahwa JK menggunakan DMI, dan juga PMI, untuk alat kampanye.

"Bagi saya, tuduhan Nurul Arifin itu bukan saja tak berdasar, tapi juga telah melecehkan martabat DMI dan JK yang bekerja secara sosial dan ikhlas, serta merendahkan dan merugikan Partai Golkar sendiri, dimana dia menjadi jubirnya. Masyarakat akan menilai, bahwa kader dan jubir Golkar itu ternyata tidak peka terhadap persoalan dan aktifitas keagamaan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat," pungkas Hery, yang kerap mendampingi JK.

Hery mengungkapkan itu terkait pernyataan itu terkait tudingan Nurul Arifin bahwa JK memanfaatkan Palang Merah Indonesia dan DMI sebagai alat untuk memuluskan langkahnya menuju Pemilihan Presiden 2014 mendatang.

“Kita (Golkar) membaca langkah JK saat ini, baik sebagai Ketua PMI maupun Ketua DMI. Semua langkah itu disamping aktivitas sosial, ada aktivitas politiknya. JK sudah menciptakan institusi untuk (kepentingan) dirinya sendiri. Kami juga sudah mendengar langkah pendekatan JK ke Jokowi dan ke partai-partai lain untuk kepentingan Pilpres 2014,” kata Nurul Jumat kemarin.

Pada Sabtu kemarin, Nurul Arifin sudah mengklarifikasi pernyataannya tersebut. Dalam penjelasannya, dia mengaku sangat menyesalkan berita yang seolah-olah mendiskreditkan Jusuf Kalla. Padahal sesungguhnya apa yang diungkapkannya adalah bentuk apresiasi terhadap kiprah bekas Ketua Umum Golkar itu selama ini.

Meski begitu, dia menilai, perbedaan persepsi bisa-bisa saja terjadi. Sebab tidak sama antara membaca, melihat dan mendengarkan ucapannya. "Namun demikian saya mohon maaf seandainya apa yang saya ungkapkan menyinggung Perasaan Pak JK. Karena sesungguhnya saya sangat menghormati dan menjunjung tinggi marwah Pak JK," demikian Nurul. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya