Berita

ilustrasi/net

Dunia

Bom Mobil Hantam Kendaraan Aparat, Enam Orang Tewas

MINGGU, 17 NOVEMBER 2013 | 09:55 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Sedikitnya enam orang tewas dan 22 lainnya luka-luka setelah sebuah bom mobil meledak di ibukota Afghanistan, Kabul, pada Sabtu kemarin, (16/11).

Jurubicara Kementerian Pertahanan, Jendral Zahir Azimi, mengungkapkan, ledakan terjadi ketika sebuah mobil menabrak kendaraan lainnya milik pihak keamanan di Kabul Polytechnic University.

Lokasi kampus ini hanya beberapa ratus meter dari tempat yang akan digunakan para pejabat Afghanistan berkumpul pada Kamis mendatang (21/11) untuk mempertimbangkan kesepakatan keamanan yang disebut Loya Jirga. Hal ini untuk menentukan apakah pasukan AS akan tetap berada di negara itu pasca 2014.


"Mobil bermuatan bahan peledak menabrak kendaraan militer sekitar pukul 3 sore," ujar jurubicara Kementerian Dalam Negeri, Siddiq Siddiqi, seperti dikutip dari NBC News (Minggu, 17/11).

Siddiqi menambahkan, belasan kendaraan yang berada di lokasi kejadian juga hancur terkena ledakan.

Hingga saat ini, belum ada pihak yang mau mengaku bertanggung jawab atas serangan ini.

Pemboman terjadi hanya selang beberapa jam setelah Presiden Hamid Karzai mengadakan konferensi pers di Istana Kepresidenan bahwa ia dan negosiator AS telah menyelesaikan menyepakati perjanjian keamanan yang akan dipertimbangkan dalam pertemuan Loya Jirga. [zul]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya