Berita

tri dianto/net

Ormas PPI Ngotot Desak KPK Kembalikan Uang Rp 1 M

KAMIS, 14 NOVEMBER 2013 | 09:40 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Jurubicara Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi menegaskan uang Rp 1 miliar yang disita pada Selalu lalu bukan milik Perhimpunan Pergerakan Indonesia. Pasalnya, uang tersebut diambil dari rumah Anas Urbaningrum yang beralamat di Jalan Selat Makasar Perkav AL, SHM 6251, Jakarta Timur.

"Apa yang dikatakan KPK itu salah. KPK menyita uang Rp 1 M di markas PPI, jalan Teluk Langsa. Saya bisa membuktikan ucapan saya," ujar Jurubicara PPI Tri Dianto kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 14/11) menanggapi pernyataan Johan Budi.

Tri Dianto menjelaskan, Anas sebelumnya tinggal di rumah yang berada di Jalan Teluk Langsa. Tapi rumah itu kemudian diwakafkan kepada ormas PPI. Karena itu, sekitar 3-4 bulan lalu, Anas pindah ke rumah yang beralamat di Jalan Selat Makasar. Bagian belakang kedua rumah tersebut bersambung.


"Itu ditemukan di kamar Anas sewaktu belum pindah. Kamar Anas ini sudah tiga bulan saya tempatin. Jadi uang itu ditemukan di markas PPI. Di Jalan Teluk Makassar tidak ditemukan apa-apa," ungkapnya.

Makanya, setelah penggeledahan pada Selasa sore lalu, Tri Dianto mengultimatum KPK agar dalam 2 x 24 jam mengembalikan uang tersebut. Kalau tidak, Tri Dianto akan mendatangi lembaga anti rasuah itu.

"Saya ke KPK besok pagi. Karena 2 X 24 jam itu kan jatuhnya Kamis sore. Tidak mungkin sore saya ke KPK. Kalau tidak dikembalikan juga, saya akan menempuh cara lain. Kita lihat nanti," demikian Tri Dianto, mantan Ketua Umum DPC Partai Demokrat Cilacap ini. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya