. Kantor Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial, bekerjasama dengan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) dan Jakarta Rescuers kembali mengadakan pelatihan untuk mempersiapkan kesiapan masyarakat menghadapi bencana. Target pelatihan kali ini adalah kepala sekolah, guru, serta perwakilan siswa kelas 4, 5, dan 6 Sekolah Dasar (SD) yang ada di Jakarta.
Total seluruh siswa dalam kegiatan bertema "Mitigasi Gempa dan Tehnik Penyelamatan Kedaruratan Siswa serta Guru di Gedung Sekolah " ini mencapai 400 orang. Kegiatan ini akan diselenggarakan di Gedung Krida Bhakti Jakarta Pusat, Kamis besok (14/11).
Ke depan, kata Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (BSB), program ini akan dilanjutkan dengan simulasi penyelamatan diri peserta dan demonstrasi penggunaan anjing pelacak untuk mencari korban.
Selain dari BNPB, kegiatan juga akan di isi materi yang cocok untuk pelajar SD oleh Rovicky DP (ketua IAGI), Wanda Hamdah (Public Figure, Aktivis dan DPRD DKI), dan tim dari Koord Jakarta Rescues. Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan anak perempuan dan lanjut usia merupakan kelompok paling rentan menjadi korban bencana.
"Mereka belum dapat dan tidak bisa menyelamatkan diri sendiri sehingga peluang menjadi korban lebih besar," kata Linda Amalia Sari Gumelar.
Linda, sebagaimana dilansir dari situs
www.setkab.go.id, menjelaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang rawan bencana, sehingga perlu dilakukan sejumlah upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap bencana. Untuk itu,peran sejumlah pemangku kepentingan termasuk pemerintah, dunia usaha dan lembaga swadaya masyarakat sangat diperlukan dalam memberikan perlindungan kepada para korban bencana.
"Dalam kondisi bencana kita harus bersama membantu para korban termasuk dalam pemenuhan hak anak yang tidak dapat selalu terpenuhi walaupun dalam keadaan darurat. Dan semua upaya memaksimalkan perlindungan anak kala bencana seperti pelatihan berkala adalah hal yang sangat bagus dan perlu didukung," demikian Linda.
[ysa]