Roger Federer kembali memperlihatkan permainan terbaiknya di turnamen ATP 2013. Meski sempat tersok-seok di pertandingan terakhir Grup B saat menghadapi Juan Martin del Potro di O2 Arena London, dini hari kemarin WIB, petenis asal Swiss ini akhirnya bisa menang dengan tiga set 4-6, 7-6, 7-5.
Berkat kemenangan ini, Federer dipastikan melangkah ke fase empat besar sebagai runner-up Grup B berkat torehan kemenangan atas del Potro dan Richard Gasquet, serta menelan satu kekalahan saat melawan Novak Djokovic. Dengan demikian, dia akan berhadapan dengan juara Grup A, yakni Rafael Nadal.
Nadal yang berpredikat petenis nomor satu dunia menempati puncak klasemen Grup A lantaran mengalahkan tiga lawan sebelumnya, yakni David Ferrer, Tomas Berdych dan Stanislas Wawrinka. Partai semifinal pun bakal digelar dini hari nanti WIB.
Jelang pertemuannya dengan Nadal, Federer menyatakan dirinya jelas bukanlah favorit dalam pertandingan ini. Namun, Federer tetap optimis dalam meladeni duel sengit kali ini. Petenis asal Swiss itu bahkan pede bisa menembus partai final ATP World Tour Finals 2013.
“Saya melihat cahaya di ujung terowongan (sebelum masuk ke lapangan). Masih ada dua pertandingan tersisa dan hanya itu,†ujar Federer seperti dilansir dari
ESPN, kemarin.
“Saya harus memiliki pola pikir yang tepat sebelum tampil di final, dan mungkin bermain dengan sedikit tekanan daripada laga sebelumnya (melawan Nadal). Saya merasa seperti underdog karena keadaan, karena permainan saya tahun ini, dan karena tahun ini miliknya,†ujar petenis 32 tahun itu yang tercatat baru memenangi 10 dari 33 duel terakhir kontra Nadal.
Sementara itu, Juan Martin del Potro menganggap tahun 2013 ini cukup mengesankan bagi kariernya meski harus tersingkir di pertandingan terakhir babak penyisihan grup ATP World Tour Finals. Meski begitu, petenis asal Argentina bangga telah mengoleksi empat gelar lebih, sehingga total menjadi 17 gelar yang telah dimilikinya sepanjang kariernya. Alhasil, kini del Potro berada di posisi lima besar rangking dunia.
“Untuk tahun ini, tujuan saya untuk mencoba bermain di tingkat yang sama (seperti) para petenis top. Saya satu-satunya pemain yang mengalahkan mereka semua di musim ini, yang berarti itu sangat berkesan untuk saya,†ucap Del Potro.
“Saya pikir saya melakukan musim yang hebat. Mungkin saya (akan) finis di posisi lima setelah tiga setengah tahun lamanya. (Itu) benar-benar baik melihat peringkat saya dan nama saya di posisi teratas,†kesannya.
Juara US Open 2009 ini juga mengaku bahwa beberapa petenis mengaku kesulitan untuk mengalahkannya. Untuk itu rasa optimistis pun terus diusungnya, mengingat tahun depan diyakini bakal lebih sulit lagi untuk dilewati.
“Mereka (para petenis papan atas) tidak mengalahkan saya dengan mudah, dan saya pernah mengalahkan mereka. Semua tunamen telah berakhir, tapi mereka masih ingin mengalahkan saya, karena agak memiliki beberapa perbedaan,†jelas petenis kelahiran Tandil, Argentina ini. [Harian Rakyat Merdeka]