. Dalam Pilkada DKI Jakarta, banyak cerita yang masih tersisa, dan terutama dari sementera elit Gerindra. Cerita itu, bahwa pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahja Purnama disodorkan oleh Gerindra kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
Saat itu, kabarnya, PDI Perjuangan masih gamang, apakah akan mengusung kader sendiri atau bukan. PDI Perjuangan juga masih gamang, apakah akan mendukung lagi Fauzi Bowo, dengan memasangkan bersama Adang Ruchiyatna atau tidak.
Namun cerita-cerita ini mulai dibalikkan. Adalah Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang mulai mengabarkan versi tandingan. Versi Megawati ini tentu saja penting, sebab dialah aktor utama yang sesungguhnya dalam menentukan cagub dan cawagub dari PDI Perjuangan.
Kata Megawati, dalam peluncuran buku Politik Itu Suci dan perayaan ulang tahun Sabam Sirait yeng ke-77, Minggu kemarin (10/11), sesungguhnya dia yang sejak awal mengusung Jokowi dan Ahok. Dalam kesempatan ini, Megawati sama sekali tak menyinggung peran Gerindra.
Saat itu, kisah Megawati, ia menelepon Jokowi, yang saat itu menjabat Walikota Solo, untuk periode kedua. Kepada Jokowi, Mega mengatakan bahwa ada tugas berat baru, yaitu menjadi Gubernur DKI Jakarta. Saat ditanya kesiapan, Jokowi hanya diam saja.
"Saya bilang, enggak ada diam. Yang ada siap. (Jokowi lalu) bilang, siap Bu," kata Mega, yang saat itu langsung meminta Jokowi untuk menghubungi Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo, bahwa Jokowi ditugaskan di Jakarta.
Saat itu juga, ungkap Mega, Tjahjo sempat mempertanyakan keputusannya. Sebab popularitas Jokowi sangat rendah sekali. Megawati pun langsung merespon keraguan Tjahjo.
"
Wis meneng (sudah diam). Siapkan semuanya," tegas Mega.
Soal Ahok, atau Basuki, Megawati pun mengatakan bahwa ia yang memilihkannya untuk Jokowi. Sebab Jokowi itu orang Solo yang sangat halus dalam bersikap. Bila marah pun, Jokowi akan memendamnya. Megawati pun memutuskan, untuk mencari sosok yang bisa bersikap tegas dan lugas.
"Ya akhirnya cari orang
rada-rada preman," kata Megawati lagi, yang disambut tawa hadirian, tak terkecuali Ahok yang hadir dalam acara itu.
"Banyak yang ngasih (nama bakal cawagub) ke saya. Iya (akhirnya) deh inget dulu ada (yang rada-rada preman). (Terus) Tjahjo saya kabarin. Saya tanya (pada Tjahjo), ingat enggak Ahok yang dulu di Bangka Belitung," ujar Megawati lagi, yang kembali disambut tawa hadirin, pun lagi-lagi Ahok.
Cerita Megawati yang disampaikan dengan susana santai dan cair ini seakan-akan menjawab atau menjadi tandingan versi cerita yang sudah berkembang. Bahwa sesungguhnnya, PDI Perjuangan lah yang mengusung Jokowi-Widodo sejak awal.
[ysa]