Berita

KPK Harus Selidiki Pengadaan Alutsista TNI

SENIN, 11 NOVEMBER 2013 | 07:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kecelakaan Helikopter M17 milik TNI-AD, yang menwaskan belasan prajurit itu pada Sabtu kemarin di Kalimantan, menambah panjang daftar masalah yang ada dalam sistem pertahanan dan keamanan nasional.

Bukan saja kehilangan prajurit yang sangat merugikan TNI, tetapi juga menunjukkan lemahnya manajemen sistem alutsista kita.

"Apalagi kalau statemen TB Hasanuddin juga dipakai sebagai pertimbangan. Sudah sejak lama ditengarai ada masalah serius dalam manajemen sistem alutsista TNI, yang selalu tidak pernah bisa diselesaikan secara transparan dan diketahui oleh rakyat," ujar pengamat politik senior AS Hikam (Senin, 11/11).


Hikam mengungkapkan itu menanggapi pernyataan Wakil Ketua Komisi I DPR TB Hasanuddin yang mendesak pengadaan suku cadang dan pemeliharaan alutsista baru milik TNI segera dievaluasi.

Hikam mengingatkan, kasus penyimpanan ratusan senjata oleh seorang Pati TNI AD. Juga berbagi pembelanjaan alutisista temasuk pesawat tempur dan tank-tank modern yang ditengarai penuh dengan kong-kalikong antara oknum pejabat, pemasok, dan perantara.

Menurut Hikam, semuanya menguap begitu saja tanpa ada nyali dari DPR untuk membukanya. Karena itu, dia berharap KPK punya nyali untuk masuk ke sarang macan tersebut.

"Karena yang namanya pengadaan sistem alutsista (di mana saja) sangat menggiurkan dan mudah untuk dipakai sebagai alat menggerogoti uang negara dan bancakan oleh para koruptor," ungkapnya.

"Para prajurut terbaik TNI kehilangan nyawa mereka bukan di medan laga, tetapi karena sistem alutsista mereka yang bermasalah. KPK perlu didukung agar membongkar praktik korupsi di dalam lembaga-lembaga yang terkait dengan pengadaan alutsista TNI," tandasnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya