Berita

imi/net

Pemuda Perlu Contoh Jiwa Kepahlawanan Maritim

MINGGU, 10 NOVEMBER 2013 | 15:34 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Banyak pejuang yang sudah mengorbankan dirinya di laut, meskipun hanya sedikit dari mereka yang tercatat dalam buku-buku sejarah. Ini menunjukkan bahwa pahlawan maritim tak butuh pengakuan tapi berjuang dengan tulus untuk kemajuan bangsa dan negara.

"Oleh karena itu, pemuda saat ini seharusnya bisa mencontoh dan memiliki jiwa kepahlawanan maritim seperti itu," ujar Direktur Eksekutif ndonesia Maritime Institute (IMI) Y.Paonganan kepada wartawan di Jakarta, Minggu (10/11).

Paonganan melanjutkan, bahwa banyak pahlawan-pahlawan maritim yang terabaikan oleh sejarah. Seperti misalnya, nama Kapten Laut Markadi yang berjuang dengan sandi Pasukan-M.  Namanya mungkin tidak banyak dikenal oleh anak-anak muda bangsa ini, padahal perjuangan Markadi telah mengekspresikan nilai-nilai penting seorang pemimpin sejati.


"Kapten Laut Markadi itu sosok pahlawan sesungguhnya," ujarnya.

Begitu juga sosok lain dari Cirebon bernama Kapten (Anumerta) Samadikun. Peristiwa pertempuran laut di Cirebon terjadi pada tanggal 5 januari 1947 antara Kapal Gajah Mada melawan kapal Belanda HR MS Kortenaer membuktikan bahwa Samadikun merupakan sosok pahlawan maritim yang patut masuk buku sejarah. Tidak hanya itu, ada pula sosok lain yang juga layak disebut sebagai pahlawan maritim, seperti nama besar Yos Sudarso dan Ir. Djuanda.

"Kepahlawanan para pejuang maritim telah memberi kontribusi yang besar bagi bangsa ini, saatnya kita meneruskannya dengan terus menyebarkan visi maritim untuk jadikan Indonesia sebagai negara maritim yang tangguh dan berdaulat" tegasnya.

Untuk mengenang jasa para pahlawan maritim ini, IMI mendesak agar pemerintah kembali mendata tokoh-tokoh pejuang. Termasuk mereka yang berjuang untuk kemerdekaan dengan persenjataan seadanya, tapi mampu menghalau pasukan tempur penjajah yang terbilang lebih kuat. [ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Kapolri Resmikan Laboratorium Uji Seragam untuk Tingkatkan Perlindungan

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:17

MK Tolak Gugatan UU IKN, Ibu Kota RI Tetap Jakarta

Rabu, 13 Mei 2026 | 00:00

Menhut Gaungkan Pengakuan Hutan Adat di Markas PBB

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:39

Rupiah Babak Belur, BI Kembali Sebut Kebutuhan Dolar Membludak

Selasa, 12 Mei 2026 | 23:12

Eks Kasat Narkoba Polres Kutai Barat Diduga jadi Kaki Tangan Bandar Narkoba Kelas Kakap

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:49

Laut dan Manusia Harus Saling Menjaga

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:39

Bleng-Blengan Sawah Blora, Cara Lama Petani Usir Tikus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:28

Peradilan Berjalan, GMNI Tetap Minta Dibentuk TGPF Kasus Andrie Yunus

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:16

Menkop dan Wakil Panglima Kompak Kawal Operasional Kopdes

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10

Masa Depan Hotel Mewah dan Pariwisata di Indonesia Tourism Xchange 2026

Selasa, 12 Mei 2026 | 22:01

Selengkapnya