Berita

GUS SHOLAH, ROMMY FIBRI DAN NATAN SETIABUDI/RMOL

Politik

Konvensi Rakyat Gunakan Metode Selektabilitas

MINGGU, 10 NOVEMBER 2013 | 15:18 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Konvensi Rakyat Calon Presiden RI 2014 menggunakan metode selektabilitas atau tingkat keterseleksian dalam menjaring capres.

Begitu ditegaskan oleh anggota Komite Konvensi Rakyat Capres RI Pendeta Natan Setiabudi saat meluncurkan konvensi tersebut di Gedung Joang '45, Jl. Menteng Raya no. 31 Jakarta, Minggu (10/11).

"Election kalau tidak didahului dengan selection itu tidak bermutu," ujar Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) periode 2000-2005 itu.


Menurutnya, selektabilitas ini sangat penting dalam konvensi untuk menjaring calon yang kompeten. Maka dari itu, proses seleksi akan terus dilakukan dalam konvensi ini mulai dari awal hingga akhir.

"Elektabilitas itu diujung, selektabilitas itu di awal," tambah dia.

Konvensi rakyat ini terbuka untuk seluruh Warga Negara Indonesia (WNI). Peserta bisa mengajukan dirinya sendiri atau diajukan oleh partai politik atau komunitas atau organisasi kemasyarakata. Namun begitu, peserta diwajibkan mengikuti tahapan konvensi yang terdiri atas seleksi administrastif dan debat publik.  

Dari banyaknya pendaftar itu, komite akan menyaring hingga terseleksi menjadi enam orang. Enam kandidat ini kemudian akan menjalani debat kandidat di enam kota. Kemudian, peserta Konvensi Rakyat yang ada di peringkat teratas akan diumumkan dan dinegosiasikan kepada partai politik untuk dapat dukungan suara sesuai persyaratan perolehan suara. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya