Berita

ilustrasi/net

AS Menyadap Sejak Operasi Menumbangkan Bung Karno

JUMAT, 08 NOVEMBER 2013 | 23:32 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Dugaan penyadapan oleh Amerika Serikat di Indonesia bukan hal yang baru.

Penyadapan AS sudah menjadi kenyataan empiris semenjak masuknya CIA dalam operasi menumbangkan Presiden Soekarno dan menjadikan rezim Orde Baru sebagai perpanjangtanganan di Indonesia.

Apalagi di era pemerintahan SBY, yang juga pernah menjabat bagian dari Orde Baru, keadaannya pasti tidak jauh berbeda.


Demikian disampaikan Jeppri F Silalahi dari Indonesia Law Reform Institute dalam keterangan pers yang diterima malam ini (Jumat, 8/11).

Karena itu, Jeppri mempertanyakan, mengapa setelah isu tersebut sampai di dunia internasional, pemerintah baru merespons dan seakan pura-pura kaget. Padahal, adalah hal yang lumrah operasi intelijen antara negara dibarengi dengan perang spionase.

"Jadi pemerintah tak perlu repot-repot berbasa-basi mempersalahkan AS maupun Australia jika penyadapan itu terbukti," ungkapnya.

"Justru pemerintah harus berkaca dan mengevaluasi sistem keamanan negara mengapa bisa disadap dan mengapa sistem keamanan kita lemah untuk menangkal serangan operasi spionase intelijen negara asing," tandas Jeppri. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya