Berita

Hatta Rajasa Ajak Buruh Jaga Iklim Investasi

SENIN, 04 NOVEMBER 2013 | 20:43 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan aksi mogok nasional buruh untuk menuntut kenaikan upah minimum provinsi (UMP) merupakan salah satu faktor yang bisa mengganggu iklim investasi dalam negeri.

Beruntung, katanya, aksi tersebut tidak menjurus ke kekerasan dan anarkis. Sehingga sweeping buruh tidak berdampak signifikan terhadap iklim investasi.

Hatta mengatakan selama aksi mogok nasional yang dilakukan buruh tanpa terjadi aksi kekerasan, anarkis, sweeping buruh lain tidaklah menjadi masalah. Namun yang terpenting buruh juga harus memikirkan iklim investasi dalam negeri yang bisa memburuk jika terus menerus melakukan aksi mogok nasional seperti beberapa waktu lalu.


"Salah satu yang paling menakutkan investor asing dan dalam negeri itu adalah masalah buruh. Kita tentu harus menaikan pendapatan dari pekerja dan masyarakat kita. Tapi juga kita harus melihat kondisi industri kita yang memang sedang menghadapi tantangan dari perekonomian global yang sedang tidak menentu seperti sekarang ini," jelas Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu.

Lebih jauh Hatta mengingatkan berdasarkan survei soal peringkat kemudahaan berbisnis (Doing Business) 2014 telah menempatkan Indonesia di peringkat ke 120. Peringkat ini jauh tertinggal dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Maka dari itu ia meminta kepada buruh untuk membantu pemerintah dalam menjaga iklim investasi di tanah air, dengan tidak terus-terusan melakukan aksi mogok nasional.

"Jadi itu harus dijaga, jangan sampai runtuh usahanya. Sehingga terjadi hilangnya minat terhadap investasi di negeri kita," sambungnya.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya